Boy William Ketemu Valencia Tanoesoedibjo, Bongkar Rasanya Jadi Anak Konglomerat
Rabu, 23 Desember 2020 - 07:26 WIB
“Ini kan TV lu, RCTI, GTV , INews, dan MNCTV, yang mana yang paling lu tonton?” tanya Boy.
“Gue nonton GTV-lah kan gue MD-nya GTV, masa nonton yang lain. Tapi monitor yang lain juga, karena kita saling kerja sama, bukan saling kompetisi,” ungkap anak kedua dari lima bersaudara pasangan Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo itu.
Di sela-sela perbincangan santai dengan Valencia, pria kelahiran 17 Oktober 1991 itu juga sempat menyinggung perasaan Valencia menjadi anak konglomerat. Apalagi Valencia sedang melanjutkan bisnis ayahnya.
“Lu lahir di keluarga konglomerat, di Asia Tenggara, apa yang dirasakan? Ada tekanan nggak?” tanya Boy.
“Tertekan pasti. Semua orang berpikir ‘lu sudah ada semua sejak kecil'. Jadi, kalau someday lu sukses orang akan bilang ‘lah iyalah lu sukses karena orangtua lu sukses'. Tapi kalau lo nggak gitu, atau lo benar-benar useless, keterlaluan banget orangtua lu udah sukses masa lo nggak berguna. Jadi serbasalah,” ungkap wanita peraih gelar Master of Arts di Universitas Teknologi Sydney itu.
“Gue nonton GTV-lah kan gue MD-nya GTV, masa nonton yang lain. Tapi monitor yang lain juga, karena kita saling kerja sama, bukan saling kompetisi,” ungkap anak kedua dari lima bersaudara pasangan Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo itu.
Di sela-sela perbincangan santai dengan Valencia, pria kelahiran 17 Oktober 1991 itu juga sempat menyinggung perasaan Valencia menjadi anak konglomerat. Apalagi Valencia sedang melanjutkan bisnis ayahnya.
“Lu lahir di keluarga konglomerat, di Asia Tenggara, apa yang dirasakan? Ada tekanan nggak?” tanya Boy.
“Tertekan pasti. Semua orang berpikir ‘lu sudah ada semua sejak kecil'. Jadi, kalau someday lu sukses orang akan bilang ‘lah iyalah lu sukses karena orangtua lu sukses'. Tapi kalau lo nggak gitu, atau lo benar-benar useless, keterlaluan banget orangtua lu udah sukses masa lo nggak berguna. Jadi serbasalah,” ungkap wanita peraih gelar Master of Arts di Universitas Teknologi Sydney itu.
Lihat Juga :