Andai Gisel Dibui, Psikolog Sarankan Gading Marten Sampaikan Ini pada Gempi
Selasa, 29 Desember 2020 - 19:30 WIB
Psikolog Meity Arianty kepada Okezone menerangkan bahwa dari kasus Gisel ini kita semua belajar bahwa manusia memang selalu menyesal belakangan. Sebab, Gisel harusnya tahu bahwa apa yang dia lakukan akan memberi dampak pada anaknya.
Namun, yang terpenting sekarang adalah memikirkan masa depan. "Ya, mau nggak mau anaknya tahu jika ibunya akan dipenjara dalam kurun waktu tertentu," kata Mei, Selasa (29/12).
Bila nanti Gisel tidak dipenjara atau dibui dalam waktu sebentar, itu akan lebih mudah karena dia tetap bisa bersama anaknya. Tapi, cerita akan berbeda jika benar Gisel harus dipenjara.
"Gading harus mengambil alih mengurus dan memberikan pengertian kepada Gempi bahwa untuk sementara ibunya nggak bisa bersamanya karena alasan yang bisa diterima anak seusia Gempi," kata Mei.
Alasan yang bisa diberikan misalnya, "Mama harus syuting panjang di luar kota atau mama masih ada kerjaan jadi harus di luar kota untuk sementara waktu. Karena itu, Gempi sama papa dulu, ya."
Namun, yang terpenting sekarang adalah memikirkan masa depan. "Ya, mau nggak mau anaknya tahu jika ibunya akan dipenjara dalam kurun waktu tertentu," kata Mei, Selasa (29/12).
Bila nanti Gisel tidak dipenjara atau dibui dalam waktu sebentar, itu akan lebih mudah karena dia tetap bisa bersama anaknya. Tapi, cerita akan berbeda jika benar Gisel harus dipenjara.
"Gading harus mengambil alih mengurus dan memberikan pengertian kepada Gempi bahwa untuk sementara ibunya nggak bisa bersamanya karena alasan yang bisa diterima anak seusia Gempi," kata Mei.
Alasan yang bisa diberikan misalnya, "Mama harus syuting panjang di luar kota atau mama masih ada kerjaan jadi harus di luar kota untuk sementara waktu. Karena itu, Gempi sama papa dulu, ya."
Lihat Juga :