Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains

Kamis, 14 Mei 2020 - 20:00 WIB
Dengan berkurangnyafungsi kerja korteks frontal, bikin seseorang akan sedikit "tumpul" dan sulit membuat keputusan logis berkenaan dengan apa pun, apalagi tentang sang pujaan hati.

Meski kelihatan banyak efek negatifnya, sebenarnya jatuh cinta, kalau bisa dikelola dan gak berlebihan, punya banyak manfaat.

Menurut para peneliti dari University of Western Virginia, California, jatuh cinta adalah hasil dari aktivitas 12 area otak yang bekerja bersama.

Mereka menyebutkan, bahwa perubahan aktivitas otak ini dimulai hanya dalam seperlima detik setelah seseorang kepincut atau jatuh hati.



Foto: Crown Culture/Vogue

Saat itu, ada lonjakan bahan kimia seperti dopamin dan oksitoksin. Dopamin adalah hormon yang mengatur respons emosional. Sedangkan oksitoksin dikenal juga sebagai "cuddle hormone" yang menginduksi rasa percaya dan mengurangi kecemasan.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Behavioral Medicine ini mungkin menjadi penjelasan mengapa orang yang jatuh cinta cenderung punya tekanan darah lebih rendah.

Pada penelitian selanjutnya juga ditemukan, bahwa jatuh cinta bisa memengaruhi kemampuan tubuh seseorang dalam melawan infeksi. Hal ini didapatkan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap 50 perempuan.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology itu menyebut, dalam studi selama dua tahun, perempuan yang jatuh cinta mengalami perubahan genetik.

Perubahan yang dimaksud berkaitan dengan konsentrasi senyawa yang lebih tinggi untuk melawan virus. Para peneliti berasumsi, kalo tingkat dopamin yang berubah mungkin terlibat dalam hal ini.

Jadi sekali lagi, ayo jatuh cinta, tapi jangan jadi bucin. Bikin Repot hidup!

Fazjri Abdillah

Kontributor GenSINDO

Politeknik Negeri Jakarta

Instagram: @born2inform_
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!