90% Anak Positif HIV dari Ibu

Minggu, 03 Januari 2021 - 07:22 WIB
“Virus HIV dapat menular melalui beberapa cara di antaranya hubungan kelamin yang tidak aman, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan penularan dari ibu ke bayinya,” beber Spesialis Penyakit Anak serta Konsultan Alergi & Imunologi Anak RSUI dr. Nia Kurniati, Sp.A(K) melalui keterangan tertulis, belum lama ini.

Ia mengingatkan, penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi pada tahap kehamilan, persalinan, maupun saat menyusui. Setelah menjalani proses persalinan ibu harus tetap meneruskan konsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup dan menggunakan alat kontrasepsi.

Pada bayi setelah lahir diberikan ARV pencegahan selama maksimal 6 minggu. Selain itu bayi sebaiknya tidak diberikan ASI untuk menghilangkan kemungkinan penularan hingga nol, dan melengkapi imunisasi dasar.

Pemberian ASI pada situasi ibu mengidap infeksi HIV memerlukan pertimbangan keuntungan dan kerugiannya. Menilik dari panduan ASI dari IDAI, secara umum, pemberian makanan pada bayi yang berasal dari ibu penderita HIV positif dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Bila ibu memilih tetap memberikan ASI, maka ASI diberikan hanya selama 6 bulan dan kemudian dihentikan. ASI diperah dan dihangatkan 56 derajat celsius selama 30 menit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!