Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?
Senin, 11 Januari 2021 - 21:00 WIB
Mochtar Lubis. Foto:Rob Bogaerts/Anefo - Nationaal Archief 930-2101
Berjiwa feodal
Salah satu tujuan dari revolusi kemerdekaan Indonesia adalah membebaskan manusianya dari feodalisme. Namun pada kenyataannya, bentuk-bentuk feodalisme baru terus bermunculan hingga kini.
Sikap-sikap feodalisme dapat kita lihat dalam urusan jabatan. Banyak yang masih mengutamakan hubungan atau kedekatan ketimbang kecakapan, pengalaman, maupun pengetahuannya. Masalah feodalisme ini tidak lepas dalam kenyataan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia kini. Politik 'bagi kursi' atau bagi-bagi jabatan yang terjadi dalam kancah politik Indonesia adalah salah satunya.
Percaya Takhayul
Selanjutnya, Mochtar Lubis mengatakan bahwa salah satu ciri manusia Indonesia adalah percaya takhayul. Ciri yang satu ini tak lepas dari kebudayaan dan tradisi bangsa Indonesia yang masih percaya pada benda-benda yang disembah untuk memperoleh berkah. Tak jarang nyawa pun dipertaruhkan sebagai bagian dari persembahan.
Sampai saat ini, masih banyak program televisi yang menayangkan hal-hal berbau magi dan gaib dan nyatanya hal tersebut masih saja menghibur manusia Indonesia sampai saat ini. Tak hanya tayangan berbau takhayul, pengobatan yang mengandalkan dukun dan sihir pun masih terus dilakukan oleh masyarakat daerah di Indonesia. Kepercayaan itu terus dilakukan meski tak ada penelitian yang mampu membuktikan keabsahannya.
Pendidikan menjadi salah satu benteng yang kuat untuk menghalau pemikirian-pemikiran tersebut. Dengan pengetahuan yang memadai, hal tersebut akan mampu lebih dikaji ulang agar mampu diterima secara logika.
Foto: Balai Pustaka
Artistik
Kepercayaan yang menjadi bagian dari budaya manusia Indonesia rupanya membawa manusia Indonesia menjadi manusia yang dekat dengan alam. Hasilnya, manusia Indonesia punya daya artistik yang cukup tinggi. Banyak hasil kerajinan masyarakat Indonesia yang diakui dunia.
Bagi Mochtar Lubis, ciri ini merupakan salah satu yang paling menarik dan punya pesonannya sendiri. Ciri ini mampu menjadi tumpuan hari depan manusia Indonesia. (Baca Juga: Bekal KKN, Mengenal Seni Andragogy untuk Membantu Orang Dewasa dalam Belajar )
Berjiwa feodal
Salah satu tujuan dari revolusi kemerdekaan Indonesia adalah membebaskan manusianya dari feodalisme. Namun pada kenyataannya, bentuk-bentuk feodalisme baru terus bermunculan hingga kini.
Sikap-sikap feodalisme dapat kita lihat dalam urusan jabatan. Banyak yang masih mengutamakan hubungan atau kedekatan ketimbang kecakapan, pengalaman, maupun pengetahuannya. Masalah feodalisme ini tidak lepas dalam kenyataan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia kini. Politik 'bagi kursi' atau bagi-bagi jabatan yang terjadi dalam kancah politik Indonesia adalah salah satunya.
Percaya Takhayul
Selanjutnya, Mochtar Lubis mengatakan bahwa salah satu ciri manusia Indonesia adalah percaya takhayul. Ciri yang satu ini tak lepas dari kebudayaan dan tradisi bangsa Indonesia yang masih percaya pada benda-benda yang disembah untuk memperoleh berkah. Tak jarang nyawa pun dipertaruhkan sebagai bagian dari persembahan.
Sampai saat ini, masih banyak program televisi yang menayangkan hal-hal berbau magi dan gaib dan nyatanya hal tersebut masih saja menghibur manusia Indonesia sampai saat ini. Tak hanya tayangan berbau takhayul, pengobatan yang mengandalkan dukun dan sihir pun masih terus dilakukan oleh masyarakat daerah di Indonesia. Kepercayaan itu terus dilakukan meski tak ada penelitian yang mampu membuktikan keabsahannya.
Pendidikan menjadi salah satu benteng yang kuat untuk menghalau pemikirian-pemikiran tersebut. Dengan pengetahuan yang memadai, hal tersebut akan mampu lebih dikaji ulang agar mampu diterima secara logika.
Foto: Balai Pustaka
Artistik
Kepercayaan yang menjadi bagian dari budaya manusia Indonesia rupanya membawa manusia Indonesia menjadi manusia yang dekat dengan alam. Hasilnya, manusia Indonesia punya daya artistik yang cukup tinggi. Banyak hasil kerajinan masyarakat Indonesia yang diakui dunia.
Bagi Mochtar Lubis, ciri ini merupakan salah satu yang paling menarik dan punya pesonannya sendiri. Ciri ini mampu menjadi tumpuan hari depan manusia Indonesia. (Baca Juga: Bekal KKN, Mengenal Seni Andragogy untuk Membantu Orang Dewasa dalam Belajar )
Lihat Juga :