Lamborghini Raffi Ahmad Terbakar, Ini Penyebabnya!
Sabtu, 06 Februari 2021 - 16:01 WIB
"Sampai Sentul, ceritanya balap-balapan nih. Ngebut. Ada saksinya si Yudha. Jadi sebenernya di Sentul itu buat ngambil gambar sudah disiapin Sean Gelael mobil double cabin. Kalau saya nggak diperintah, saya nggak bakalan jalan," jelas Saliman dikutip Sabtu (6/2).
Diakui Saliman, saat itu jalanan di Sentul sedang di cor setengah sehingga menyebabkan macet. Namun, tiba-tiba suhu mobil berharga miliaran itu terasa panas. Dia pun berinisiatif menghubungi Iwan, supir Raffi Ahmad lainnya untuk menepi guna memeriksa mobil tersebut.
"Ceritanya mau pulang nih. Kan kondisi jalan Sentul itu lagi dicor setengah, jadi macet. Pas di jalan, temperatur mulai naik. Udah saya telepon sama Pak Iwan 'Pak Iwan tolong dong cari tempat buat minggir, mobil udah mulai panas, temperatur udah mulai naik'," kata Saliman.
"Kondisinya waktu itu, jalan nggak ada buat menepi. Nggak (nggak panas dari keluar parkiran). Udah di tengah-tengah (terasa panas). Kan di bengkel juga diceritain, itu penyakit di evapnya. Sisa pembakaran bensin itu. Saya sampai telepon dua kali (Pak Iwan)," lanjutnya.
Setelah menemukan tempat untuk menepi, Saliman dengan cepat mematikan mesin mobil. Namun, api sudah mulai muncul di kap mobil. Saliman yang saat itu mengaku panik dan lemas, meminta bantuan warga sekitar, namun tidak ada yang membantunya hingga menemukan mobil tangki air dan memadamkan api seorang diri.
Diakui Saliman, saat itu jalanan di Sentul sedang di cor setengah sehingga menyebabkan macet. Namun, tiba-tiba suhu mobil berharga miliaran itu terasa panas. Dia pun berinisiatif menghubungi Iwan, supir Raffi Ahmad lainnya untuk menepi guna memeriksa mobil tersebut.
"Ceritanya mau pulang nih. Kan kondisi jalan Sentul itu lagi dicor setengah, jadi macet. Pas di jalan, temperatur mulai naik. Udah saya telepon sama Pak Iwan 'Pak Iwan tolong dong cari tempat buat minggir, mobil udah mulai panas, temperatur udah mulai naik'," kata Saliman.
"Kondisinya waktu itu, jalan nggak ada buat menepi. Nggak (nggak panas dari keluar parkiran). Udah di tengah-tengah (terasa panas). Kan di bengkel juga diceritain, itu penyakit di evapnya. Sisa pembakaran bensin itu. Saya sampai telepon dua kali (Pak Iwan)," lanjutnya.
Setelah menemukan tempat untuk menepi, Saliman dengan cepat mematikan mesin mobil. Namun, api sudah mulai muncul di kap mobil. Saliman yang saat itu mengaku panik dan lemas, meminta bantuan warga sekitar, namun tidak ada yang membantunya hingga menemukan mobil tangki air dan memadamkan api seorang diri.
Lihat Juga :