Rahasia Rumah Mode Wong Hang Tailor Bertahan hingga Empat Generasi
Rabu, 10 Februari 2021 - 00:45 WIB
”Generasi pertama yaitu Wong Hang sendiri yang berangkat dari Guangdong China menuju Surabaya, lalu dilanjutkan generasi kedua kakek saya Wongso Soebroto dan generasi ketiga dilanjutkan oleh papa saya. Mereka tujuh bersaudara (pria) yang melanjutkan. Generasi keempat, yaitu generasi saya bersama kakak dan adik-adik sepupu, sementara masih lima orang,” terang Samuel melalui keterangan tertulis, Selasa (9/2).
Samuel mengaku, bangga bisa menjadi salah satu penerus Wong Hang. Baginya mengerjakan bisnis di bidang fashion bukan semata-mata untuk tujuan uang, tapi juga ada kecintaan pada dunia jahit. “Up and down bersama-sama keluarga yang mempunyai passion yang sama di dunia fashion tailoring selalu ada, tapi kita hadapi,” katanya.
Menjawab tantangan zaman, Samuel melakukan sejumlah terobosan baru. Salah satunya adalah traveling tailor, yakni upaya jemput bola agar semakin mendekatkan diri pada pelanggan. "Travelling tailor menurut saya salah satu pekerjaan yang seru dan fun karena kita datang ke satu kota lalu melakukan pekerjaan yang saya sangat suka dan bisa sambil jalan-jalan,” ucapnya.
Selain itu, Wong Hang juga memberikan servis Free Alteration (seumur hidup) kepada pelanggan. Tahun lalu traveling tailor sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Namun, tahun ini program tersebut akan kembali dijalankan ke sejumlah kota besar. Yaitu Surabaya, Jakarta, Semarang, Bandung, Makassar, dan Medan.
Kini 88 tahun telah berlalu sejak generasi pertama Wong Hang. Untuk generasi kelima, keluarga Wongso mengaku tak menyiapkan pengkaderan secara khusus. ”Ya ini sedang akan dipikirkan, yang pasti tidak ada paksaan seperti generasi kami juga tidak pernah dipaksa untuk bekerja di industri ini," sebut Samuel.
Samuel mengaku, bangga bisa menjadi salah satu penerus Wong Hang. Baginya mengerjakan bisnis di bidang fashion bukan semata-mata untuk tujuan uang, tapi juga ada kecintaan pada dunia jahit. “Up and down bersama-sama keluarga yang mempunyai passion yang sama di dunia fashion tailoring selalu ada, tapi kita hadapi,” katanya.
Menjawab tantangan zaman, Samuel melakukan sejumlah terobosan baru. Salah satunya adalah traveling tailor, yakni upaya jemput bola agar semakin mendekatkan diri pada pelanggan. "Travelling tailor menurut saya salah satu pekerjaan yang seru dan fun karena kita datang ke satu kota lalu melakukan pekerjaan yang saya sangat suka dan bisa sambil jalan-jalan,” ucapnya.
Selain itu, Wong Hang juga memberikan servis Free Alteration (seumur hidup) kepada pelanggan. Tahun lalu traveling tailor sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Namun, tahun ini program tersebut akan kembali dijalankan ke sejumlah kota besar. Yaitu Surabaya, Jakarta, Semarang, Bandung, Makassar, dan Medan.
Kini 88 tahun telah berlalu sejak generasi pertama Wong Hang. Untuk generasi kelima, keluarga Wongso mengaku tak menyiapkan pengkaderan secara khusus. ”Ya ini sedang akan dipikirkan, yang pasti tidak ada paksaan seperti generasi kami juga tidak pernah dipaksa untuk bekerja di industri ini," sebut Samuel.
Lihat Juga :