Bagaimana Bedakan Gejala Long Covid, Reinfeksi atau Penyakit Berbeda?
Kamis, 11 Februari 2021 - 23:12 WIB
"Ada juga yang merasakan sesak napas saat berjalan agak jauh, batuk produktif, gangguan persyarafan seperti delirium bahkan ada juga yang mengalami efek psikiatris seperti halusinasi, melihat sesuatu yang orang lain tidak melihat. Sementara ada juga yang mengalami gangguan jantung, hipertensi, palpitasi yaitu sering merasa berdebar debar, ada yang mual, diare atau buang airnya tidak lancar atau konstipasi. Itu gambaran long covid, dari yang ringan sampai yang berat," papar dr Wily.
Menurutnya, long covid ini bisa dialami hingga selama 12 minggu. "Tetapi dari pengalaman di lapangan, semakin ke sini, gejalanya semakin ringan," urai dr Wily yang juga seorang penyintas Covid-19. Apabila gejala long covid dirasakan cukup berat, maka dibutuhkan intervensi rehabilitas medik maupun obat-obatan tertentu sesuai gejala yang dirasakan.
Lantas bagaimana membedakan gejala yang dirasakan adalah long covid, reinfeksi atau penyakit yang berbeda? Menurut dr Wily, hal itu bisa dilihat dari kapan dia dinyatakan sembuh dari Covid-19. Lalu, dr Wily menjelaskan yang dimaksud dengan definisi sembuh bagi penderita Covid-19 ini dibagi dalam dua katagori, yaitu bagi penderita dengan gejala ringan dan sedang serta bagi pasien dengan gejala berat.
Bagi penderita yang bergejala ringan, sedang atau OTG (orang tanpa gejala), maka dia dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari ditambah 3 hari minimal telah bebas dari gejala, maka dia sudah dapat dinyatakan sembuh. Dalam hal ini tidak membutuhkan pemeriksaaan PCR sebagai alat untuk mengevaluasi progress pengobatan covid. Berbeda dengan pasien yang bergejala berat, maka dia membutuhkan minimal 1 kali PCR dengan hasil negatif, ditambah isolasi mandiri selama 7 hari, baru dinyatakan sembuh.
"Kalau gejala yang dirasakan dialami setelah sembuh dari Covid dengan definisi tersebut, maka itu adalah gejala long covid, sehingga tidak perlu PCR dan isolasi mandiri," jelasnya.
Namun, lanjut dr Wily, bila gejala muncul 3 bulan atau lebih setelah dinyatakan sembuh, maka kemungkinan adalah reinfeksi. Bila yang dialami adalah reinfeksi, maka dia perlu PCR dan isolasi mandiri.
Menurutnya, long covid ini bisa dialami hingga selama 12 minggu. "Tetapi dari pengalaman di lapangan, semakin ke sini, gejalanya semakin ringan," urai dr Wily yang juga seorang penyintas Covid-19. Apabila gejala long covid dirasakan cukup berat, maka dibutuhkan intervensi rehabilitas medik maupun obat-obatan tertentu sesuai gejala yang dirasakan.
Lantas bagaimana membedakan gejala yang dirasakan adalah long covid, reinfeksi atau penyakit yang berbeda? Menurut dr Wily, hal itu bisa dilihat dari kapan dia dinyatakan sembuh dari Covid-19. Lalu, dr Wily menjelaskan yang dimaksud dengan definisi sembuh bagi penderita Covid-19 ini dibagi dalam dua katagori, yaitu bagi penderita dengan gejala ringan dan sedang serta bagi pasien dengan gejala berat.
Bagi penderita yang bergejala ringan, sedang atau OTG (orang tanpa gejala), maka dia dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari ditambah 3 hari minimal telah bebas dari gejala, maka dia sudah dapat dinyatakan sembuh. Dalam hal ini tidak membutuhkan pemeriksaaan PCR sebagai alat untuk mengevaluasi progress pengobatan covid. Berbeda dengan pasien yang bergejala berat, maka dia membutuhkan minimal 1 kali PCR dengan hasil negatif, ditambah isolasi mandiri selama 7 hari, baru dinyatakan sembuh.
"Kalau gejala yang dirasakan dialami setelah sembuh dari Covid dengan definisi tersebut, maka itu adalah gejala long covid, sehingga tidak perlu PCR dan isolasi mandiri," jelasnya.
Namun, lanjut dr Wily, bila gejala muncul 3 bulan atau lebih setelah dinyatakan sembuh, maka kemungkinan adalah reinfeksi. Bila yang dialami adalah reinfeksi, maka dia perlu PCR dan isolasi mandiri.
Lihat Juga :