Kue Amprut, Kuliner Lebaran Khas Pemalang yang Sarat Makna
Senin, 18 Mei 2020 - 09:12 WIB
Titi Faryanti menunjukkan kue amprut di tokonya yang berada di Perumahan Sugihwaras Indah No 61 Pemalang. FOTO/iNews/SURYONO SUKARNO
PEMALANG - Kabupaten Pemalang memiliki kuliner khas yang banyak dijumpai ketika Hari Raya Idul Fitri . Namanya kue amprut atau ada juga yang menyebutkan sebagai kue sagon.
Penganan yang terbuat dari tepung ketan dan kelapa ditambah pemanis gula asli ini bukan sekedar suguhan saat Lebaran, tapi memiliki makna mendalam. Amprut yang biasanya dimakan sebelum sungkem meminta maaf kepada orang tua mengandung filosofi keseriusan. Sama seperti ketika memakannya yang butuh keseriusan agar tidak tersedak, melakukan sungkem tidak boleh main-main, harus fokus dan penuh dengan sopan santun.
Namun kini hanya sedikit warga yang masih menyuguhkan kue amprut saat Lebaran. Cara membuatnya yang membutuhkan waktu lama dan agak sulit membuat penganan ini mulai ditinggalkan. Salah satu yang masih melestarikannya adalah Titi Faryanti yang membuka toko cemilan, oleh-oleh khas pemalang, amprut dirumahnya di Perumahan Sugihwaras Indah No 61 Pemalang.(Baca juga: Cabuk Rambak Bu Yanti Pasar Gede Solo, Gurih Pedasnya Bikin Ketagihan )
"Saya memang ingin melestarikan makanan yang sudah mulai langka ini," kata Bu Yanti, sapaan akrab Titi Faryanti.
Penganan yang terbuat dari tepung ketan dan kelapa ditambah pemanis gula asli ini bukan sekedar suguhan saat Lebaran, tapi memiliki makna mendalam. Amprut yang biasanya dimakan sebelum sungkem meminta maaf kepada orang tua mengandung filosofi keseriusan. Sama seperti ketika memakannya yang butuh keseriusan agar tidak tersedak, melakukan sungkem tidak boleh main-main, harus fokus dan penuh dengan sopan santun.
Namun kini hanya sedikit warga yang masih menyuguhkan kue amprut saat Lebaran. Cara membuatnya yang membutuhkan waktu lama dan agak sulit membuat penganan ini mulai ditinggalkan. Salah satu yang masih melestarikannya adalah Titi Faryanti yang membuka toko cemilan, oleh-oleh khas pemalang, amprut dirumahnya di Perumahan Sugihwaras Indah No 61 Pemalang.(Baca juga: Cabuk Rambak Bu Yanti Pasar Gede Solo, Gurih Pedasnya Bikin Ketagihan )
"Saya memang ingin melestarikan makanan yang sudah mulai langka ini," kata Bu Yanti, sapaan akrab Titi Faryanti.
Lihat Juga :