Kue Amprut, Kuliner Lebaran Khas Pemalang yang Sarat Makna
Senin, 18 Mei 2020 - 09:12 WIB
Menurutnya, membuat kue amprut membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Bahan parutan kelapa harus disangrai selama 1-1,5 jam hingga kering. Tepung beras ketan juga disangrai dengan lama proses yang hampir sama.
Setelah benar-benar matang, kedua bahan itu dicampur dan diberi gula serta sedikit garam dapur. Perbandingan bahan baku amprut adalah 1 kg beras ketan, satu butir kelapa, 0,5 kg gula pasir, 7 gram garam dapur.
"Makanan yang sudah dicampur dan berupa serbuk ini kemudian dikemas menggunakan tempat khusus toples dengan berat sekitar seperempat kilogram," katanya.
Kua amprut sekarang mulai menjadi buruan warga yang hendak ke luar kota atau mereka yang pulang kampung untuk oleh-oleh atau dinikmati sendiri. Para pembeli yang datang banyak yang dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang. Bahkan luar Jawa seperti Lampung, Medan, Makassar, dan.
"Kami menjual makanan ini setiap toples isi seperempat kilogram Rp20.000. Makanan ini bisa bertahan hingga enam bulan ini," kata Bu Yanti.
Setelah benar-benar matang, kedua bahan itu dicampur dan diberi gula serta sedikit garam dapur. Perbandingan bahan baku amprut adalah 1 kg beras ketan, satu butir kelapa, 0,5 kg gula pasir, 7 gram garam dapur.
"Makanan yang sudah dicampur dan berupa serbuk ini kemudian dikemas menggunakan tempat khusus toples dengan berat sekitar seperempat kilogram," katanya.
Kua amprut sekarang mulai menjadi buruan warga yang hendak ke luar kota atau mereka yang pulang kampung untuk oleh-oleh atau dinikmati sendiri. Para pembeli yang datang banyak yang dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang. Bahkan luar Jawa seperti Lampung, Medan, Makassar, dan.
"Kami menjual makanan ini setiap toples isi seperempat kilogram Rp20.000. Makanan ini bisa bertahan hingga enam bulan ini," kata Bu Yanti.
Lihat Juga :