Millen Cyrus Dinyatakan Positif Benzo, Narkoba Jenis Apa Itu?

Minggu, 28 Februari 2021 - 10:47 WIB
Benzodiazepin efektif mengobati berbagai gangguan psikologis dan neurologis. Mulai insomnia, gangguan kecemasan umum, kejang, serangan panik, dan kecanduan alkohol. Beberapa efek samping penggunaan benzodiazepine yakni mengantuk, kebingungan, pusing, gemetar, gangguan koordinasi, masalah pengelihatan, pening, depresi, hingga sakit kepala.

Penggunaan jangka panjang benzodiazepin juga dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Ketergantungan tersebut dapat dimulai setelah menggunakan obat itu selama satu bulan pada dosis tertentu. Pasalnya, cara kerja benzo ini meningkatkan aktivitas zat kimia dalam tubuh yang disebut neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) atau asam gamma-aminobutirat. Artinya, benzo memengaruhi saraf pusat agar menghasilkan efek rasa tenang, hipnotik (menginduksi tidur), ansiolitik (antikecemasan), antikonvulsan, dan sifat relaksan otot.

Baca Juga: Bawang Putih dan Jahe Kurangi Risiko Kanker

Gejala kecanduan benzodiazepin ditandai dengan sulit tidur, perasaan depresi, dan berkeringat. Lebih lanjut, kecanduan obat terlarang ini juga dapat menyebabkan overdosis, depresi pada sistem saraf pusat, gangguan keseimbangan dan kontrol gerakan, serta bisa membuat pemakai bicara cadel.

Selain itu, sebuah tim peneliti dari Prancis dan Kanada menemukan, ada hubungan antara penggunaan benzodiazepine dengan peningkatan risiko penyakit alzheimer. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa semakin besar dosis kumulatif benzodiazepin seseorang, semakin tinggi risikonya terhadap alzheimer.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!