Mengenal Modelling Theory, Sains di balik Endorsement

Senin, 18 Mei 2020 - 21:45 WIB
Endorsement bisa ditelusuri dari ilmu psikologi yang berkaitan dengan kebiasaan imitasi yang dilakukan manusia. Foto/ekspektasia.com
JAKARTA - Berapa kali dalam sehari kamu melihat endorsement produk atau jasa yang dilakukan oleh para artis dan influencer? Jawabannya bisa jadi berkali-kali.

Media sosial terutama Instagram sudah beberapa tahun terakhir menjadi ladang rezeki bagi banyak akun dengan ratusan ribu hingga jutaan follower melalui endorsement. Juga menjadi ladang promosi bagi para pedagang online.





Foto: Freepik

Meski udah jadi praktik lazim, pernah gak kamu bertanya, "kok, bisa, ya, endorsement itu laku?"

Ternyata, hal ini bisa dijelaskan secara psikologis melalui ModellingTheory yang dicetuskan oleh Albert Bandura. Bandura adalah tokoh terkemuka dalam bidang psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan.

Salah satu kontribusi Albert Bandura dalam bidang psikologi yang punya relevansi dengan komunikasi adalah Modelling Theory. Dalam teori ini, Bandura menekankan pada peran pembelajaran sosial melalui observasi. Dia percaya bahwa orang meniru perilaku dengan cara mengamati orang lain.

Pada teori ini, seseorang belajar meniru sebuah tingkah laku dengan cara melakukan observasi atas tingkah laku orang lain, yang disebut model.

Nah, peniruan ini lebih mungkin terjadi kalau modelnya adalah orang yang punya status sosial tinggi. Jadi, sesuatu yang dia lakukan punya nilai tersendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!