Alasan di Balik Orang Suka Tantangan dan Bahaya, Bisa Terkait Trauma Masa Lalu

Rabu, 03 Maret 2021 - 21:00 WIB


Foto:Karolina Grabowska/Pexels

Kita bakal merasa kosong, mirip seperti “berjalan dalam tidur” kalau tak melakukan hal-hal yang didorong oleh desakan untuk tantangan dan bahaya ini.

Baca Juga: 10 Film Laga Thriller Korea yang Mesti Kamu Tonton

Nah, menariknya, sisi inilah yang bisa membentuk karakter dan ketahanan diri kita. Kalau kita hidup dengan menyeimbangkan dua sisi (stabil dan penuh tantangan) ini, kepercayaan diri kita bakal terbentuk dan kita bisa menyadari banyak potensi dalam diri. Kita juga dapat menjadi orang yang lebih kreatif.

Pertumbuhan Pascatrauma yang Tidak Disengaja

Pengalaman traumatis pada masa lalu juga bisa membentuk dorongan untuk menerima tantangan. Kalau kita punya pengalaman traumatis, sebenarnya, secara positif itu dapat membawa kita pada kepercayaan diri, kompetensi yang lebih tinggi, pandangan yang lebih luas, punya tujuan yang lebih kuat, dan masih banyak lagi.

Dosen senior Jurusan Psikologi di Universitas Leeds Becket Steve Taylor menerangkan, kita akan secara tidak sengaja mendapatkan manfaat dari kejadian traumatis penuh tantangan yang berhasil kita lewati. Seseorang akan jadi lebih kompeten dan menghargai hidup mereka.

Dalam beberapa kasus, bahkan seseorang bisa saja bertindak dengan dorongan bawah sadar untuk mendekati bahaya (bahkan kematian) untuk mendapatkan manfaat-manfaat psikologis dari bahaya besar tersebut. Sebenarnya, cara kerja yang ekstrem ini serupa dengan pertumbuhan pascatrauma pada umumnya, hanya saja lebih kuat.

Contohnya, seorang pekerja kantoran yang juga merupakan pembalap motor amatir. Setiap tahun, pria ini pergi ke suatu pulau untuk ambil bagian dalam ajang olahraga motor paling berbahaya di dunia. Ketika ditanya alasannya menyukai olahraga berbahaya itu, jawabannya sederhana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!