Studi : Diet Tinggi Lemak Bisa Menyebabkan Serangan Jantung

Minggu, 14 Maret 2021 - 22:55 WIB
Diet tinggi lemak ternyata bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung. Foto/Healthline
JAKARTA - Makanan tinggi lemak jika dikonsumsi berlebihn dapat mengaktifkan respons di jantung yang menyebabkan pertumbuhan yang merusak dan dapat menyebabkan risiko serangan jantung yang lebih besar. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Biochemical and Biophysical Research Communications, para peneliti mengamati efek dari memberi makan tikus diet tinggi lemak pada tingkat stres oksidatif pada sel-sel jantung.

Tim dari University of Reading menemukan bahwa sel-sel dari tikus memiliki dua kali lipat jumlah stres oksidatif, dan menyebabkan sel-sel jantung menjadi 1,8 kali lebih besar karena hipertrofi jantung yang dikaitkan dengan penyakit jantung .



“Penelitian kami menunjukkan satu cara di mana diet tinggi lemak dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otot yang membentuk jantung kita. Tampaknya peralihan terjadi pada tingkat sel ketika tikus diberi makan makanan berlemak tinggi yang menyebabkan protein yang biasanya tidak berbahaya, Nox2, menjadi terlalu aktif," kata penulis pertama bernama Dr Sunbal Naureen Bhatti, dari University of Reading.

Baca Juga : Mutasi N439K Ditemukan di Indonesia, Waspada Virus ini Kebal Antibodi!

"Sifat pasti bagaimana protein Nox2 bekerja menyebabkan kerusakan oksidatif dan memicu hipertrofi destruktif masih diteliti. Penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa diet tinggi lemak berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan pada jantung," lanjutnya dilansir dari Healthshots, Kamis (11/3).

Para peneliti fokus pada protein kunci Nox2 yang diyakini terkait dengan peningkatan stres oksidatif di jantung. Studi ini menemukan bahwa tikus yang diberi makanan tinggi lemak memiliki aktivitas Nox2 dua kali lipat, yang juga menyebabkan jumlah spesies oksigen reaktif (ROS) yang serupa, radikal bebas yang dikaitkan dengan kerusakan patologis tubuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!