Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:28 WIB
loading...
Studi: 2 dari 5 Orang...
Risiko serangan jantung dan stroke masih mengintai penyandang penyakit kardiovaskular meski telah menjalani pengobatan sesuai standar. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Risiko serangan jantung dan stroke masih mengintai penyandang penyakit kardiovaskular meski telah menjalani pengobatan sesuai standar. Bahkan, dua dari lima pasien penyakit kardiovaskular aterosklerotik (PKVA) yang mengalami penyakit ginjal kronis (CKD), serta pasien gagal jantung, masih mengalami inflamasi kardiovaskular, yakni peradangan pada pembuluh darah yang sering kali tidak menimbulkan gejala. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Temuan tersebut terungkap dalam studi global POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk terhadap 18.904 pasien di 18 negara selama periode 2023–2025, di mana studi POSEIDON, sebuah studi real-world evidence berskala global yang dilakukan perusahaan, dalam Kongres ke-94 European Atherosclerosis Society (EAS) yang diselenggarakan di Athena, Yunani.

Di Indonesia, penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung iskemik secara konsisten tercatat sebagai penyebab utama kematian. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi penyumbang 30 persen kematian di Indonesia. Oleh karena itu, tingginya beban penyakit ini menegaskan bahwa tantangan kardiovaskular di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih yang didukung dengan berbagai upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Analisis kedua dari studi POSEIDON yang baru-baru ini dipublikasikan dalam European Journal of Heart Failure juga menunjukkan bahwa dua dari lima pasien gagal jantung mengalami inflamasi kardiovaskular1. Dalam studi POSEIDON, inflamasi kardiovaskular diukur dan didefinisikan berdasarkan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) ≥2 mg/L. Diketahui, hsCRP merupakan pemeriksaan darah yang paling umum digunakan dan tersedia secara luas untuk mengukur inflamasi kardiovaskular.

Temuan ini juga menyoroti bahwa masih ada kesenjangan yang signifikan dalam tata laksana penyakit kardiovaskular saat ini. Meskipun pasien telah menerima terapi sesuai pedoman klinis untuk mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, namun risiko kardiovaskular yang dipicu oleh inflamasi tetap berlanjut. Studi POSEIDON menjadi salah satu studi global kontemporer terbesar yang menilai prevalensi inflamasi kardiovaskular pada kelompok pasien berisiko tinggi ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Tanda Kuku yang Bisa...
5 Tanda Kuku yang Bisa Jadi Gejala Penyakit, Jangan Diabaikan!
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan,...
Gigi Hilang Jangan Dibiarkan, Bisa Ganggu Fungsi Kunyah dan Susunan Gigi
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Sering Dikira Daki,...
Sering Dikira Daki, Bercak Hitam di Leher Bisa Jadi Tanda Resistensi Insulin
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Rekomendasi
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
JJ All Star 2026 Jadi...
JJ All Star 2026 Jadi Awal Kebangkitan Equestrian Nasional
Cara Mudah Cek Penerima...
Cara Mudah Cek Penerima PIP 2026 Pakai NIK dan NISN
Berita Terkini
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya...
Mas Den Akui Jadi Satu-Satunya yang Tersisa, Kisah Keluarganya Diduga Jadi Korban Santet Bikin Syok!
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 18 : Penyelidikan Wahyu Menemui Jalan Buntu
Reza Arap Bawa Buket...
Reza Arap Bawa Buket Bunga Matahari untuk Kenang Lula Lahfah di Rilis Film Harusnya Horror
Bebas Kaku dan Tetap...
Bebas Kaku dan Tetap Aktif Bergerak: Investasi Kesehatan Sendi Masa Depan Bersama Welmove
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved