Review Film Greenland
Rabu, 10 Maret 2021 - 02:10 WIB
Perjalanan Allison dan Nathan menuju rumah ayahnya, Dale, penuh liku. Begitu pula John. Mereka terpisah jarak dan sarana transportasi. Sementara, jalanan penuh orang-orang yang panik untuk menyelamatkan diri dari gempuran komet menghujam Bumi tersebut. Kerusakan pun terjadi di mana-mana. Bangunan roboh, hutan terbakar, kekacauan pun melanda dunia. Orang-orang yang memiliki kemampuan dan keterampilan seperti John mendapatkan keistimewaan untuk mengungsi ke Greenland. Di sana, telah menanti sebuah bunker tahan nuklir untuk mereka bertahan hidup sampai semuanya kembali normal.
Selama 119 menit atau 1 jam 59 menit, film ini tampil dengan memadukan drama dan action tanpa henti. Ketegangan terus dipertahankan sejak komet Clark dikabarkan akan menghujam Bumi dan kemudian pesan yang diterima John. Dari situ, penonton akan terus dibawa ke ketegangan demi ketegangan.
Tema besar dari film ini adalah tentang keluarga dan survival atau bagaimana bertahan hidup. John dan Allison menemukan ikatan mereka kembali di tengah perjuangan mereka. Sementara, mereka pun terus berusaha bertahan hidup di tengah kekacauan yang melanda.
Greenland juga menyajikan tontonan bagaimana orang berusaha untuk bertahan hidup. Mereka bisa menghalalkan cara apa pun, termasuk menculik atau membunuh. Meski begitu, masih ada orang-orang yang baik. Mereka tetap menggunakan akal sehat dan nurani mereka untuk menolong sesamanya.
Meski film ini mengandalkan drama dan juga action tanpa henti, ada satu hal yang cukup mengganggu. Dari awal, diperlihatkan bahwa penyakit Nathan memberikan masalah bagi orang tuanya untuk bisa terbang mengungsi. Obat Nathan adalah salah satu benda yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh mereka. Namun, ketika mereka berhasil naik pesawat dengan syarat tidak membawa barang apa pun, tiba-tiba insulin itu tidak ada artinya. John atau pun Allison tidak lagi mempermasalahkan insulin tersebut. Padahal, benda itu sangat penting bagi kelangsungan hidup putra mereka.
Selama 119 menit atau 1 jam 59 menit, film ini tampil dengan memadukan drama dan action tanpa henti. Ketegangan terus dipertahankan sejak komet Clark dikabarkan akan menghujam Bumi dan kemudian pesan yang diterima John. Dari situ, penonton akan terus dibawa ke ketegangan demi ketegangan.
Tema besar dari film ini adalah tentang keluarga dan survival atau bagaimana bertahan hidup. John dan Allison menemukan ikatan mereka kembali di tengah perjuangan mereka. Sementara, mereka pun terus berusaha bertahan hidup di tengah kekacauan yang melanda.
Greenland juga menyajikan tontonan bagaimana orang berusaha untuk bertahan hidup. Mereka bisa menghalalkan cara apa pun, termasuk menculik atau membunuh. Meski begitu, masih ada orang-orang yang baik. Mereka tetap menggunakan akal sehat dan nurani mereka untuk menolong sesamanya.
Meski film ini mengandalkan drama dan juga action tanpa henti, ada satu hal yang cukup mengganggu. Dari awal, diperlihatkan bahwa penyakit Nathan memberikan masalah bagi orang tuanya untuk bisa terbang mengungsi. Obat Nathan adalah salah satu benda yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja oleh mereka. Namun, ketika mereka berhasil naik pesawat dengan syarat tidak membawa barang apa pun, tiba-tiba insulin itu tidak ada artinya. John atau pun Allison tidak lagi mempermasalahkan insulin tersebut. Padahal, benda itu sangat penting bagi kelangsungan hidup putra mereka.
Lihat Juga :