Dukung Kampanye Antirasisme Warga Asia, 88Rising Malah Dikritik

Kamis, 18 Maret 2021 - 11:13 WIB
Label 88Rising yang mempromosikan musisi keturunan Asia di Amerika Serikat mendapat kritikan karena unggahan terkait rasisme. Foto/Facebook 88Rising
NEW YORK CITY - Aksi rasisme hingga tindakan kriminal terhadap warga keturunan Asia di Amerika Serikat makin meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19.

Yang terbaru adalah penembakan yang menewaskan 8 orang perempuan di Atlanta, 6 di antaranya adalah warga keturunan Asia.



Mengutip New York Times , ada lebih dari 2.100 kasus rasisme terhadap warga Amerika keturunan Asia yang terjadi antara Maret-Juni 2020. Lalu hingga 17 Maret 2021, berkembang menjadi 3.700 kasus. Kasus rasisme yang terjadi bervariasi dan makin brutal, mulai dari kekerasan verbal, pemukulan, hingga penembakan.



Foto:Damian Dovarganes/AP

Peningkatan aksi rasisme ini lantas membuat banyak orang mulai menyosialisasikan kampanya antirasisme terhadap warga keturunan Asia dengan membuat tagar di media sosial, di antaranya #StopAsianHate, #AsiansAreHuman, #RacismIsNotComedy, dan #StopAAPIHate.

Salah satu yang ikut mengampanyekan hal ini adalah perusahaan label rekaman 88Rising. Perusahaan ini dikenal sebagai label yang mempromosikan musisi Asia dan Asia-Amerika di Amerika Serikat, seperti Rich Brian , Stephanie Poetri, Joji, Chungha, dan Kris Wu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!