Alasan Kepribadian di Dunia Maya Bisa Berbeda dengan Dunia Nyata

Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Selain identitasnya gak terlihat, wujud fisiknya juga gak kelihatan. Karena itulah orang merasa lebih aman dan lebih percaya dirisaatmenyampaikan pendapat.

Ibaratnya, saat kamu lagi menyampaikan pendapat di depan umum, pasti ada, dong, sedikit rasa grogi karena takut salah ngomong. Akibatnya, ngomong malah gak selancar biasanya atau spontan muncul gesture tubuh tertentu, seperti kaki yang gerak ke sana kemari.

Nah, kalo fisik gak terlihat, seseorang gak perlu khawatir memikirkan bagaimana mereka terlihat atau terdengar ketika menyampaikan sebuah pesan, juga bagaimana respons lawan bicara karena mereka gak berhadapan langsung.

3. KETIDAKSINKRONAN



Foto:googlygooeys.tumblr.com

Biasanya, saat berkomunikasi di dunia nyata, respons akan langsung diberikan. Sedangkan di dunia maya, seseorang bisa merespons pesan satu jam kemudian, satu hari kemudian, atau bahkan satu minggu kemudian. Jadi, kalo sewaktu-waktu kamu gak suka berada dalam suatu percakapan, maka dengan mudah kamu bisa keluar dari percakapan tersebut.

4. INTROJEKSI SOLIPSISME



Foto:quickmeme.com

“Kok dia bales-nya gak pake emoji dan singkat banget, ya? Biasanya gak gini,deh.” “Jutek banget bales-nya, fix banget lagi marah.”

Pasti kamu pernah ngalamin hal tadi, kan? Kejadian-kejadian ini dikenal dengan istilah faktor solipsistic introjection

Ketika membaca pesan, seseorang biasanya seolah-olah “mendengar” intonasi lawan bicara secara langsung, dan akhirnya menginterpretasikan pesan tersebut. Padahal terkadang interpretasi tersebut gak selalu benar dan cuma ada di kepala si penerima pesan aja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!