Peneliti Temukan Hubungan Konsumsi Daging dengan Peningkatan Risiko Demensia

Kamis, 25 Maret 2021 - 04:30 WIB
Para peneliti sedang mengeksplorasi hubungan potensial antara konsumsi daging dan perkembangan demensia, suatu kondisi kesehatan yang memengaruhi 5% hingga 8% dari usia 60-an di seluruh dunia.

"Di seluruh dunia, prevalensi demensia meningkat dan pola makan sebagai faktor yang dapat dimodifikasi dapat berperan. Penelitian kami menambah bukti yang menghubungkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular," kata Peneliti Utama Huifeng Zhang, mahasiswa PhD dari Fakultas Ilmu dan Nutrisi Pangan Universitas Leeds, seperti dikutip dari laman Times Now News.

Tim tersebut mempelajari data yang disediakan oleh UK Biobank, database yang berisi informasi genetik dan kesehatan mendalam dari setengah juta peserta asal Inggris berusia 40-69 tahun, untuk menyelidiki hubungan antara mengonsumsi berbagai jenis daging dan risiko pengembangan demensia. Data ini mencakup seberapa sering peserta mengonsumsi berbagai jenis daging, dengan enam pilihan dari tidak pernah menjadi satu kali atau lebih setiap hari, dikumpulkan pada 2006-2010 oleh UK Biobank.

Studi tersebut tidak secara khusus menilai dampak pola makan vegetarian atau vegan terhadap risiko demensia, tetapi termasuk data dari orang-orang yang mengatakan mereka tidak makan daging merah. Di antara peserta, 2.896 kasus demensia muncul selama rata-rata delapan tahun masa tindak lanjut. Orang-orang ini umumnya lebih tua, lebih miskin secara ekonomi, kurang berpendidikan, lebih cenderung merokok, kurang aktif secara fisik, lebih mungkin memiliki riwayat stroke dan riwayat demensia keluarga, serta lebih cenderung menjadi pembawa gen yang sangat terkait dengan demensia.

Lebih banyak pria daripada wanita yang didiagnosis dengan demensia dalam penelitian. Beberapa orang 3-6 kali lebih mengembangkan demensia karena faktor genetik, tetapi temuan menunjukkan risiko dari makan daging olahan tetap sama terlepas apakah seseorang secara genetik cenderung untuk mengembangkan penyakit tersebut atau tidak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!