Jackson GOT7 dan Lay EXO Putuskan Kontrak dengan Adidas dan Converse karena Kasus Muslim Uighur
Jum'at, 26 Maret 2021 - 12:05 WIB
Negera-negara tersebut juga memberikan sanksi kepada China, termasuk larangan bepergian dan pembekuan aset, dengan menargetkan pejabat senior di wilayah barat laut.
Pada bulan Desember lalu, BBC juga menerbitkan hasil investigasinya yang menunjukkan China memaksa ratusan ribu kaum minoritas termasuk Uighur ke dalam sistem tenaga kerja di ladang kapas Xinjiang.
Baca Juga: Kasus-kasus Diskriminasi Paling Buruk di Dunia
Foto: Getty Images
Setelah pernyataan para pejabat tersebut, pernyataan yang pernah dibuat oleh H&M, Nike, dan Adidas terkait kasus kerja paksa terhadap kaum minoritas di China pun merebak.
Pernyataan tersebut lantas mengundang kemarahan netizen China di Weibo. Mereka membakar sepatu Nike dan menyebut agar Nike segera hengkang dari pasar China.
Perusahaan mode asal Swedia H&M pernah mengkritik China dan memutuskan untuk tidak menggunakan kapas dari Xinjiang untuk bahan produk mereka. Sayangnya, pernyataan yang pernah dipublikasikan di situs web mereka itu kini tak bisa diakses .
Pada bulan Desember lalu, BBC juga menerbitkan hasil investigasinya yang menunjukkan China memaksa ratusan ribu kaum minoritas termasuk Uighur ke dalam sistem tenaga kerja di ladang kapas Xinjiang.
Baca Juga: Kasus-kasus Diskriminasi Paling Buruk di Dunia
Foto: Getty Images
Setelah pernyataan para pejabat tersebut, pernyataan yang pernah dibuat oleh H&M, Nike, dan Adidas terkait kasus kerja paksa terhadap kaum minoritas di China pun merebak.
Pernyataan tersebut lantas mengundang kemarahan netizen China di Weibo. Mereka membakar sepatu Nike dan menyebut agar Nike segera hengkang dari pasar China.
Perusahaan mode asal Swedia H&M pernah mengkritik China dan memutuskan untuk tidak menggunakan kapas dari Xinjiang untuk bahan produk mereka. Sayangnya, pernyataan yang pernah dipublikasikan di situs web mereka itu kini tak bisa diakses .
Lihat Juga :