Seru! Berenang Bersama The Gentle Giant di Botubarani
Jum'at, 26 Maret 2021 - 14:12 WIB
Kami, tim MNC Media, sampai di Pantai Botubarani, pukul 07.30 WITA. Suasana di bibir pantai sudah sibuk. Warga yang menyewakan perahu kayu sebagai alat transportasi ke lokasi berkumpulnya hiu paus tengah bersiap-siap. Begitu juga dengan para pemandu, dan instruktur menyelam yang sekaligus berprofesi sebagai pendamping wisatawan. Ada pula yang mengangkut udang untuk dibawa sebagai umpan agar hiu paus mendekati perahu wisatawan.
Ditemani oleh seorang penyelam kawakan, seorang instruktur kami menuju lokasi hiu paus. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari pantai. Pengunjung disarankan membawa perlengkapan berenang atau diving sendiri.
Tak sampai 5 menit, seekor hiu paus menghampiri kami. "Sherley!," panggil Fadli, instruktur yang menemani kami.
Ternyata warga lokal kerap menamai hiu paus yang nyaris setiap hari ada di perairan Botubarani. Sherley dengan tenang berenang ke arah kami, mulutnya yang lebar terlihat jelas ketika kepalanya menyembul ke permukaan. Kami pun turun dan mulai turun ke air, dan berenang di samping Sherley. Ketika Sherley menjauh, pemilik kapal akan menggoyangkan-goyangkan kaki di air.
Sherley pun dengan anggun berenang menghampiri. Hiu paus tak pernah menunjukkan gerakan yang agresif. Sherley juga terlihat tidak merasa terganggu dengan kehadiran kami.
Melihat fisiknya yang sangat besar, wisatawan kerap 'ngeri' sehingga menjadi panik. "Janganlah cemas karena ada banyak instruktur yang bisa memandu. Kami bisa jaga wisatawan, kami juga ambilkan foto underwater, karena banyak yang ingin menjadikannya sebagai konten," imbuh Fadli.
Selain memikat perhatian wisatawan dalam negeri, destinasi wisata hiu paus juga menjadi magnet turis mancanegara. "Banyak wisatawan asing yang ke sini, mereka selain penasaran (berenang dengan hiu paus) juga ingin free diving," imbuh Fadli.
Ditemani oleh seorang penyelam kawakan, seorang instruktur kami menuju lokasi hiu paus. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari pantai. Pengunjung disarankan membawa perlengkapan berenang atau diving sendiri.
Tak sampai 5 menit, seekor hiu paus menghampiri kami. "Sherley!," panggil Fadli, instruktur yang menemani kami.
Ternyata warga lokal kerap menamai hiu paus yang nyaris setiap hari ada di perairan Botubarani. Sherley dengan tenang berenang ke arah kami, mulutnya yang lebar terlihat jelas ketika kepalanya menyembul ke permukaan. Kami pun turun dan mulai turun ke air, dan berenang di samping Sherley. Ketika Sherley menjauh, pemilik kapal akan menggoyangkan-goyangkan kaki di air.
Sherley pun dengan anggun berenang menghampiri. Hiu paus tak pernah menunjukkan gerakan yang agresif. Sherley juga terlihat tidak merasa terganggu dengan kehadiran kami.
Melihat fisiknya yang sangat besar, wisatawan kerap 'ngeri' sehingga menjadi panik. "Janganlah cemas karena ada banyak instruktur yang bisa memandu. Kami bisa jaga wisatawan, kami juga ambilkan foto underwater, karena banyak yang ingin menjadikannya sebagai konten," imbuh Fadli.
Selain memikat perhatian wisatawan dalam negeri, destinasi wisata hiu paus juga menjadi magnet turis mancanegara. "Banyak wisatawan asing yang ke sini, mereka selain penasaran (berenang dengan hiu paus) juga ingin free diving," imbuh Fadli.
Lihat Juga :