Saat Dihadapkan pada Pilihan, Haruskah Berkompromi?

Senin, 05 April 2021 - 20:03 WIB
Baca Juga: Dua Tipe Passion: Harmonis dan Obsesif, Kamu yang Mana?

Tapi di sinilah peran dari sekutu, mereka beberapa kali kompak mengatakan jawaban yang salah. Hingga dalam gambar-gambar berikutnya, beberapa individu terpengaruh untuk memilih jawaban yang salah pula. Dari penelitian tersebut, hasilnya menunjukkan sekitar sepertiga partisipan mengikuti jawaban yang keliru.

Hal-hal seperti itu tanpa sadar sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dampak baiknya, mungkin konformitas bisa mengurangi konflik karena pendapat seluruh orang hanya terpusat pada satu keputusan atau perilaku.



Foto: USA Films

Sedangkan dalam beberapa kasus, dampaknya juga bisa sangat buruk kalau dibiarkan terus-menerus. Orang-orang akhirnya bisa memiliki tekanan untuk menyelaraskan yang kuat, bahkan terhadap hal-hal yang sudah jelas salah.

Jadi, haruskah kamu melakukan konformitas? Semua kembali ke konteksnya. Kalau kita sampai menjadi tidak produktif atau tidak jujur pada diri sendiri karenanya, maka konformitas bukanlah pilihan yang tepat.

Baca Juga: Déjà Rêvé: Variasi Lain dari Déjà Vu, Bagaimana Bentuknya?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!