Mengapa Drama Korea Senang Mengadaptasi dari Novel China?
Rabu, 07 April 2021 - 16:27 WIB
Choi Min-sung, profesor Konten Budaya Korea-China di Hanshin University, Korea Selatan, berpendapat bahwa keputusan tetap mengadaptasi cerita dari China oleh produser drama Korea meski ada ketegangan antarmasyarakat dua negara tersebut adalah hal yang bisa dipahami.
"China punya pasar novel daring yang besar. Lebih dari dua juta novel dirilis tiap tahun, dan jumlah pembacanya meningkat menjadi 330 juta pada 2016," ujar Min-sung, mengutip dari Korea Times .
Foto: tvN
Dengan peluang pasar sebesar itu, "Cerita dari China yang sukses bisa dianggap sebagai jaminan kualitas dalam hal penceritaan (storytelling)," imbuh Min-sung.
Karena ada keyakinan terhadap hal tersebut, hal ini dianggap bisa mereduksi risiko biaya produksi yang besar dalam tahap tertentu, sekaligus harapan besar untuk mendapat ulasan positif dari penonton.
Baca Juga: 5 Dialog dalam Drama Korea yang Bisa Jadi Pegangan Hidupmu
Meski begitu, pendapat berbeda disampaikan oleh Yoon Suk-jin, profesor bidang Bahasa dan Literatur Korea di Chungnam National University. Dia meyakini, uang lah yang melatarbelakangi semua ini, bukan kualitas cerita.
"Secara keseluruhan, kualitas konten cerita China tidak sekuat konten Korea. Jadi ini kelihatannya karena tren investasi China (yang masuk ke Korea)," kata Suk-jin menjelaskan.
"China punya pasar novel daring yang besar. Lebih dari dua juta novel dirilis tiap tahun, dan jumlah pembacanya meningkat menjadi 330 juta pada 2016," ujar Min-sung, mengutip dari Korea Times .
Foto: tvN
Dengan peluang pasar sebesar itu, "Cerita dari China yang sukses bisa dianggap sebagai jaminan kualitas dalam hal penceritaan (storytelling)," imbuh Min-sung.
Karena ada keyakinan terhadap hal tersebut, hal ini dianggap bisa mereduksi risiko biaya produksi yang besar dalam tahap tertentu, sekaligus harapan besar untuk mendapat ulasan positif dari penonton.
Baca Juga: 5 Dialog dalam Drama Korea yang Bisa Jadi Pegangan Hidupmu
Meski begitu, pendapat berbeda disampaikan oleh Yoon Suk-jin, profesor bidang Bahasa dan Literatur Korea di Chungnam National University. Dia meyakini, uang lah yang melatarbelakangi semua ini, bukan kualitas cerita.
"Secara keseluruhan, kualitas konten cerita China tidak sekuat konten Korea. Jadi ini kelihatannya karena tren investasi China (yang masuk ke Korea)," kata Suk-jin menjelaskan.
Lihat Juga :