5 Salah Kaprah Masyarakat tentang Psikologi, Termasuk soal Tes Kepribadian
Kamis, 08 April 2021 - 14:00 WIB
Lagi-lagi, ini terkait dengan tes-tes psikologis yang tersebar luas di internet, tapi kali ini adalah terkait dengan hasil keluarannya.
Ada banyak tes psikologi palsu yang sebenarnya beredar di internet. Namun, mengapa rasanya hasil tes tersebut benar-benar bisa menggambarkan diri?
Kejadian ini biasanya disebut dengan Barnum Effect. Mengutip dari sagepub , para peneliti mengatakan bahwa Barnum Effect adalah kecenderungan untuk menerima pernyataan yang tidak jelas, ambigu, dan umum sebagai deskripsi kepribadian yang dirasa unik dan seolah dibuat khusus hanya untuk mereka. Sehingga, walaupun salah, tapi kita mudah memercayainya karena deskripsi yang dibuat memang terlalu umum.
Baca Juga: Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial
3. LULUSAN PSIKOLOGI BISA MEMBACA PIKIRAN
Foto:Gig Salad
Miskonsepsi ini adalah salah satu yang paling sering dibahas tapi paling sering terjadi pula. Lulusan psikologi sama sekali bukan cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain atau menebak kepribadian seseorang hanya dengan melihat wajahnya selama satu detik.
Lulusan psikologi mungkin bisa mengetahui sifat-sifat dasar yang dimiliki seseorang, tapi hal itu pun perlu melalui prosedur yang ilmiah dan tidak instan.
4. KONSULTASI KE PSIKOLOG HANYA UNTUK ORANG YANG MENTALNYA TERGANGGU
Foto: Shutterstock
Selama ini, masih banyak orang yang menganggap datang ke psikolog sebagai perilaku yang tabu. Psikolog dianggap hanya tempat untuk orang-orang 'stres' saja, sehingga beberapa orang takut untuk datang ke psikolog.
Padahal, psikolog juga dapat didatangi untuk kondisi-kondisi lain, seperti ketika kita bingung untuk memilih tujuan melanjutkan pendidikan, tidak mengetahui bakat yang dimiliki, atau merasa sulit untuk produktif.
Ada banyak tes psikologi palsu yang sebenarnya beredar di internet. Namun, mengapa rasanya hasil tes tersebut benar-benar bisa menggambarkan diri?
Kejadian ini biasanya disebut dengan Barnum Effect. Mengutip dari sagepub , para peneliti mengatakan bahwa Barnum Effect adalah kecenderungan untuk menerima pernyataan yang tidak jelas, ambigu, dan umum sebagai deskripsi kepribadian yang dirasa unik dan seolah dibuat khusus hanya untuk mereka. Sehingga, walaupun salah, tapi kita mudah memercayainya karena deskripsi yang dibuat memang terlalu umum.
Baca Juga: Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial
3. LULUSAN PSIKOLOGI BISA MEMBACA PIKIRAN
Foto:Gig Salad
Miskonsepsi ini adalah salah satu yang paling sering dibahas tapi paling sering terjadi pula. Lulusan psikologi sama sekali bukan cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain atau menebak kepribadian seseorang hanya dengan melihat wajahnya selama satu detik.
Lulusan psikologi mungkin bisa mengetahui sifat-sifat dasar yang dimiliki seseorang, tapi hal itu pun perlu melalui prosedur yang ilmiah dan tidak instan.
4. KONSULTASI KE PSIKOLOG HANYA UNTUK ORANG YANG MENTALNYA TERGANGGU
Foto: Shutterstock
Selama ini, masih banyak orang yang menganggap datang ke psikolog sebagai perilaku yang tabu. Psikolog dianggap hanya tempat untuk orang-orang 'stres' saja, sehingga beberapa orang takut untuk datang ke psikolog.
Padahal, psikolog juga dapat didatangi untuk kondisi-kondisi lain, seperti ketika kita bingung untuk memilih tujuan melanjutkan pendidikan, tidak mengetahui bakat yang dimiliki, atau merasa sulit untuk produktif.
Lihat Juga :