Misteri Gua Berkamar 9 di Gunung Burangrang Purwakarta
Minggu, 11 April 2021 - 17:41 WIB
Sampai saat ini tidak diketahui fungsi kamar tersebut, karena tak ada saksi sejarah yang mengetahui fungsi gua itu lantaran semuanya sudah meninggal dunia dan tidak meninggalkan keterangan apapun.
Namun, menurut Ahmad (61) warga Kampung Pasir Muncang RT 05/06 Desa Pusakamulya, ayahnya yang sudah almarhum yaitu Aki Somad pernah mengaku sebagai romusha dan melakukan kerja rodi untuk membangun gua tersebut. Pada waktu itu, pekerja romusha dipaksa untuk membuat lubang-lubang di lereng Gunung Burangrang, jumlahnya sebanyak lima gua.
"Namun yang selesai hanya Goa Jepang yang saat ini ada. Gua lain belum selesai dan ditinggalkan begitu saja. Goa Jepang yang ada itu pun belum pernah digunakan, tentara Jepang keburu pulang ke negaranya sekitar tahun 1945," kata Ahmad kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4).
Aki Somad ketika itu dipaksa menyelesaikan pekerjaan dengan upah sepotong ubi rebus dan secangkir beras. Selain itu, tentara Jepang tidak pernah memberitahukan fungsi dari gua dan sembilan kamar yang dibangun. Seolah maksud maupun tujuan pembangunan gua menjadi rahasia dan disimpan rapat hingga terkubur zaman.
"Ada yang mengatakan, pembangunan kamar itu untuk strategi perang sebagai jebakan terhadap musuh. Tapi secara pastinya saya juga tidak tahu," ujar Ahmad.
Namun, menurut Ahmad (61) warga Kampung Pasir Muncang RT 05/06 Desa Pusakamulya, ayahnya yang sudah almarhum yaitu Aki Somad pernah mengaku sebagai romusha dan melakukan kerja rodi untuk membangun gua tersebut. Pada waktu itu, pekerja romusha dipaksa untuk membuat lubang-lubang di lereng Gunung Burangrang, jumlahnya sebanyak lima gua.
"Namun yang selesai hanya Goa Jepang yang saat ini ada. Gua lain belum selesai dan ditinggalkan begitu saja. Goa Jepang yang ada itu pun belum pernah digunakan, tentara Jepang keburu pulang ke negaranya sekitar tahun 1945," kata Ahmad kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4).
Aki Somad ketika itu dipaksa menyelesaikan pekerjaan dengan upah sepotong ubi rebus dan secangkir beras. Selain itu, tentara Jepang tidak pernah memberitahukan fungsi dari gua dan sembilan kamar yang dibangun. Seolah maksud maupun tujuan pembangunan gua menjadi rahasia dan disimpan rapat hingga terkubur zaman.
"Ada yang mengatakan, pembangunan kamar itu untuk strategi perang sebagai jebakan terhadap musuh. Tapi secara pastinya saya juga tidak tahu," ujar Ahmad.
Lihat Juga :