Antinatalisme: Saat Melahirkan Anak Jadi Tindakan Amoral
Senin, 12 April 2021 - 18:30 WIB
Selain itu, filsuf Schopenhauer yang menganut aliran pesimisme juga bersuara mengenai hadirnya eksistensi. Ia berpendapat bahwa penderitaan dalam hidup lebih hakiki kehadirannya daripada kebahagiaan. Menurutnya, penderitaan tidak akan ada apabila tidak ada kehidupan.
Baca Juga: Belajar Filsafat, Beneran Jadi Atheis dan Sesat?
LITERATUR MODERN ANTINATALISME
Foto: BBC
Dalam buku "Better Never to Have Been: The Harm of Coming Existence", juga ditekankan tentang anak yang “menderita” dalam hidupnya.
Para penulis setuju bahwa hidup juga penuh dengan kebahagiaan. Namun, hanya sebagian yang merasakan kebahagiaan itu.
Mereka juga membuat premis mengenai kehidupan seorang manusia, yaitu apabila seseorang lahir, itu akan mengurangi rasa sakit yang akan ditanggungnya nanti. Menurut premisnya, kehadiran rasa sakit lebih besar daripada rasa kebahagiaan.
SEORANG PRIA INDIA MENUNTUT ORANG TUANYA
Foto: Pixabay
Pada Februari 2019, seorang pria India, Raphael Samuel secara mengejutkan ingin menuntut orang tuanya. Ia berpendapat bahwa mereka telah melahirkannya tanpa persetujuan darinya.
Pemikiran antinatalismenya muncul saat ia berusia lima tahun. Saat itu, orang tuanya menyuruhnya terus-terusan untuk berangkat sekolah. Padahal ia sedang frustrasi dan tidak ingin pergi. Ia pun bertanya kepada orang tuanya, “Terus, mengapa kalian memilikiku?”
Baca Juga: Belajar Filsafat, Beneran Jadi Atheis dan Sesat?
LITERATUR MODERN ANTINATALISME
Foto: BBC
Dalam buku "Better Never to Have Been: The Harm of Coming Existence", juga ditekankan tentang anak yang “menderita” dalam hidupnya.
Para penulis setuju bahwa hidup juga penuh dengan kebahagiaan. Namun, hanya sebagian yang merasakan kebahagiaan itu.
Mereka juga membuat premis mengenai kehidupan seorang manusia, yaitu apabila seseorang lahir, itu akan mengurangi rasa sakit yang akan ditanggungnya nanti. Menurut premisnya, kehadiran rasa sakit lebih besar daripada rasa kebahagiaan.
SEORANG PRIA INDIA MENUNTUT ORANG TUANYA
Foto: Pixabay
Pada Februari 2019, seorang pria India, Raphael Samuel secara mengejutkan ingin menuntut orang tuanya. Ia berpendapat bahwa mereka telah melahirkannya tanpa persetujuan darinya.
Pemikiran antinatalismenya muncul saat ia berusia lima tahun. Saat itu, orang tuanya menyuruhnya terus-terusan untuk berangkat sekolah. Padahal ia sedang frustrasi dan tidak ingin pergi. Ia pun bertanya kepada orang tuanya, “Terus, mengapa kalian memilikiku?”
Lihat Juga :