Fenomena 'Dokter Hantu' di Korea Selatan, Bisa Bahayakan Pasien Operasi Plastik

Jum'at, 16 April 2021 - 20:00 WIB
Namun sebuah artikel yang diterbitkan pada 2018 menemukan bahwa kasus operasi plastik dengan praktik Dokter Hantu masih tersebar dan merajalela.

PENUTURAN OLEH DOKTER HANTU

Seorang ahli bedah yang diwawancarai CNNmengatakan ia mulai bekerja di salah satu klinik operasi plastik terbesar di Korea Selatan pada 2012. Saat ini, ia tidak lagi bekerja di sana. Ia mengungkapkan ini karena tidak ingin hidup dengan dihantui rasa bersalah.

Ia mengaku sering diminta untuk melakukan operasi bedah atas nama dokter utama. Ia juga menerangkan Dokter Hantu menunggu di lantai bawah sampai mereka dipanggil untuk mengoperasi pasien.



Foto: CNN

Dokter Hantu tidak terdaftar sebagai karyawan di situs web klinik. Klinik hanya mengiklankan bahwa operasi yang dilakukan oleh ahli bedah terkemuka.

Ia juga menuturkan, banyak operasi pembentukan wajah dilakukan oleh dokter pengganti, bahkan di klinik tempatnya bekerja. Orang-orang setuju praktik ini dijalankan karena masalah ekonomi, yaitu klinik ingin meraup untung sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Pernah Terlibat Skandal, 5 Seleb Korea ini Berhasil Bertahan dan Karier Tetap Bersinar

Namun, tidak semua operasi yang dilakukan oleh Dokter Hantu menyebabkan kecelakaan, tapi dalam rentang tahun 2016ㅡ2020, 226 orang dikabarkan terluka, menimbulkan efek samping, membutuhkan operasi ulang, dan meninggal saat dioperasi.

Meskipun Kwon meninggal pada 2016, klinik tersebut masih dibuka sampai 2020 yang lalu sebelum akhirnya tutup tanpa alasan yang jelas.

Alifia Putri Yudanti

Kontributor GenSINDO

Universitas Indonesia

Twitter: @schsei
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!