Omar Niode Foundation Angkat Potensi Kuliner Kawasan Wallacea
Minggu, 18 April 2021 - 17:03 WIB
Amanda menambahkan, meskipun makanan di kawasan Wallacea beraneka macam, tetap ada persamaan karena kuliner di satu daerah merupakan hasil akulturasi penduduk dan pendatang. Amanda mencontohkan, beberapa daerah di Sulawesi mempunyai sup hitam sebagai makanan tradisional dengan kluwak sebagai salah satu bahannya, ditambah berbagai jenis bumbu dan rempah.
Pantollo pamarasan dari Toraja dengan 13 jenis bahan, daging pilihan, bumbu rempah dan kluwak. Pallu kaloa dari Makassar menggunakan 16 jenis bahan, termasuk ikan, kelapa sangrai dan kluwak. Serta sop konro juga dari Makassar yang terdiri dari 23 jenis bahan, termasuk bumbu rempah dan kluwak, masih punya kemiripan dengan tabu moltomo dari Gorontalo yang menggunakan 30 jenis bahan termasuk bumbu dan rempah. Bedanya dengan sup hitam daerah lain, warna hitam tabu moitomo diperoleh dari kelapa sangrai.
Ragam kuliner Wallacea yang lain, juga dipaparkan oleh Meillati Batubara dari Nusa Indonesia Gastronomy. Selain tentang ragam kuliner, webinar juga membahas tentang pengalaman ekspedisi Wallacea dari seorang jurnalis Aris Prasetyo, dan tips bepergian hemat ke Wallacea yang disampaikan Fitria Chaerani dari Campa Tour.
Pangan berkelanjutan yang memerhatikan krisis iklim, budaya dan masyarakat setempat juga dibahas pada webinar ini oleh M. Firdaus dari Konsorsium Pangan Bijak Nusantara.
Direktur Eksekutif World Food Travel Association, Erik Wolf dalam video sambutannya menceritakan kesannya saat berkunjung ke Indonesia. "Ketika perjalanan saya ke Indonesia beberapa tahun yang lalu, saya menikmati kuliner yang luar biasa, dan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa juga," ungkap Erik.
Pantollo pamarasan dari Toraja dengan 13 jenis bahan, daging pilihan, bumbu rempah dan kluwak. Pallu kaloa dari Makassar menggunakan 16 jenis bahan, termasuk ikan, kelapa sangrai dan kluwak. Serta sop konro juga dari Makassar yang terdiri dari 23 jenis bahan, termasuk bumbu rempah dan kluwak, masih punya kemiripan dengan tabu moltomo dari Gorontalo yang menggunakan 30 jenis bahan termasuk bumbu dan rempah. Bedanya dengan sup hitam daerah lain, warna hitam tabu moitomo diperoleh dari kelapa sangrai.
Ragam kuliner Wallacea yang lain, juga dipaparkan oleh Meillati Batubara dari Nusa Indonesia Gastronomy. Selain tentang ragam kuliner, webinar juga membahas tentang pengalaman ekspedisi Wallacea dari seorang jurnalis Aris Prasetyo, dan tips bepergian hemat ke Wallacea yang disampaikan Fitria Chaerani dari Campa Tour.
Pangan berkelanjutan yang memerhatikan krisis iklim, budaya dan masyarakat setempat juga dibahas pada webinar ini oleh M. Firdaus dari Konsorsium Pangan Bijak Nusantara.
Direktur Eksekutif World Food Travel Association, Erik Wolf dalam video sambutannya menceritakan kesannya saat berkunjung ke Indonesia. "Ketika perjalanan saya ke Indonesia beberapa tahun yang lalu, saya menikmati kuliner yang luar biasa, dan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa juga," ungkap Erik.
Lihat Juga :