Aktivis Tuli Surya Sahetapy Ungkap Caranya Jalani Kuliah di Kampus Umum

Senin, 03 Mei 2021 - 16:00 WIB
Sebab itulah, Surya perlu mempelajari ASL secara bertahap untuk membantunya berkomunikasi di AS. Di kampusnya, ia mengaku diberi akses untuk mempelajari ASL tingkat dasar, serta tingkat satu dan dua.

“Saya juga dapat ASL Linguistic. Lalu, ada (materi) struktur bahasa isyarat Amerika dan pendidikan Amerika,” tambah anak dari pasangan penyanyi Dewi Yull dan aktor Ray Sahetapy itu.

Baca Juga: 8 Masalah yang Sering Dialami Mahasiswa dan Solusinya

Seperti halnya Indonesia, Amerika juga memiliki berbagai variasi bahasa isyarat. Meski begitu, ASL tetaplah menjadi bahasa isyarat Amerika yang telah menyebar.

“Memang, tidak semua orang bisa bahasa isyarat. Tapi, mereka sudah mengenalnya. Polisi pun, beberapa, telah menguasai bahasa isyarat,” tutur Surya.



Foto:Mikro Arayata Photography/Instagram@suryasahetapy

Menurut Surya, JBI dalam perspektif Indonesia hanyalah digunakan untuk teman tuli. Padahal, JBI pada dasarnya adalah 'jembatan' bahasa yang membantu menerjemahkan perkataan antara orang tuli dan dengar.

“JBI bukan pendamping untuk tuli, tapi jembatan tuli dan dengar. Kalau ada satu orang dengar di komunitas tuli, JBI yang akan mendampingi orang dengar yang hanya satu itu,” kata Surya.

Surya menerangkan, kepekaan lingkungan sekitar di Rochester terhadap bahasa isyarat juga cukup. Dalam lingkup kampus, dosen dan profesor telah dibekali pelatihan tentang bahasa isyarat. Jadi, bantuan dari JBI tidak terlalu diperlukan di kampus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!