Menjelang Lebaran, Ini Makna Psikologis di Balik Kemauan Memaafkan

Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:30 WIB
Memaafkan juga bukan berarti mengharuskan rekonsiliasi atau rujuk. Seperti halnya pada suatu hubungan yang mencelakakan, meski kita memaafkan pasangan kita, bukan berarti kita harus kembali menjalin hubungan dengan mereka. Pada dasarnya, memaafkan terjadi di dalam diri kita dan gak harus bermanifestasi di luar itu.

Lantas, apa aja keuntungan dari memaafkan? Melansir dari Psychology Today, memaafkan dikaitkan dengan perasaan bahagia, harapan, dan optimisme yang lebih besar.

Proses memaafkan juga bisa melindungi diri dari kondisi serius seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma. Tindakan itu juga terbukti bermanfaat bagi pasien jantung, dengan secara signifikan menurunkan tekanan darah mereka.

Bagaimana dengan kebalikannya? Apa dampak dari menyimpan dendam?



Foto: Freepik

Melansir dari Mayo Clinic, kalau kita gak mampu memaafkan, kita mungkin membawa kemarahan dan kepahitan ke dalam setiap hubungan dan kehidupan kita.

Kita akan merasa terperangkap dalam kesalahan, hingga kita gak bisa menikmati masa saat ini. Kita juga bisa menjadi depresi atau cemas, merasa bahwa hidup kita gak punya makna atau tujuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!