CDC Rekomendasikan Tak Pakai Masker Setelah Vaksin, Kemenkes Larang Keras
Sabtu, 15 Mei 2021 - 13:30 WIB
Kemenkes Larang Masyarakat Ikuti Rekomendasi CDC. Foto/The Guardian.
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melarang masyarakat mengikuti rekomendasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) untuk tak pakai masker setelah vaksinasi penuh .
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dan Amerika Serikat berbeda. Begitu pun soal cakupan vaksinasi yang tak sama.
"Amerika Serikat vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 40% dari populasi. Lagipula rekomendasi boleh lepas masker itu untuk orang yang berada di daerah terbuka dan dipastikan orang-orang di dalamnya sudah divaksinasi lengkap semua," kata Siti Nadia pada MNC Portal Indonesia, Sabtu (15/5).
Nah, kalau orang itu berada di daerah tertutup dan tidak diketahui status vaksinasi pada orang lain di sekitarnya, maka tetap harus pakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19 Belum Selesai, India Diserang Infeksi Jamur Hitam
"Rekomendasi itu berdasar hasil penelitian mereka bahwa orang yang sudah divaksin itu walau membawa virus, tetapi jumlah virusnya tidak cukup untuk dapat menularkan kepada orang lain," papar Siti Nadia.
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dan Amerika Serikat berbeda. Begitu pun soal cakupan vaksinasi yang tak sama.
"Amerika Serikat vaksinasi Covid-19 sudah mencapai 40% dari populasi. Lagipula rekomendasi boleh lepas masker itu untuk orang yang berada di daerah terbuka dan dipastikan orang-orang di dalamnya sudah divaksinasi lengkap semua," kata Siti Nadia pada MNC Portal Indonesia, Sabtu (15/5).
Nah, kalau orang itu berada di daerah tertutup dan tidak diketahui status vaksinasi pada orang lain di sekitarnya, maka tetap harus pakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19 Belum Selesai, India Diserang Infeksi Jamur Hitam
"Rekomendasi itu berdasar hasil penelitian mereka bahwa orang yang sudah divaksin itu walau membawa virus, tetapi jumlah virusnya tidak cukup untuk dapat menularkan kepada orang lain," papar Siti Nadia.
Lihat Juga :