Ini Dia Objek Wisata Baru yang Lagi Hits di Manado
Minggu, 16 Mei 2021 - 05:16 WIB
"Tidur yang benar-benar tidur, karena disiapkan tempat tidur di pondok-pondok yang tidak kita kenakan charge karena harapan kita di zaman pandemi ini kita memfasilitasi semua kalangan masyarakat yang ingin berwisata menikmati alam," tutur Alex Chang, Owner Taman Langit Picnic Cafe kepada MNC Media Portal Indonesia, Sabtu (15/5).
"Jadi siapa cepat dia dapat, bisa tidur di pondok, dengar musik, selain itu kita juga siapkan game-game secara gratis, jadi yang suka main catur, main ludo, ular tangga, main aneka game, nanti kita siapkan," lanjutnya.
Menurut Alex, latar belakang Taman Langit ini dibangun guna menghadirkan tempat wisata kuliner di era new normal. Siapapun bisa berkuliner dan berwisata di alam terbuka dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.
Meski baru dibuka pada 7 Mei lalu, tempat ini langsung menjadi magnet baru di dunia pariwisata Sulawesi Utara (Sulut). Saking ramainya, pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Sulut ini rela antre berjam-jam untuk bisa masuk ke tempat wisata ini.
Maklumlah, pengelola tempat ini memberlakukan protokol kesehatan ketat, sehingga pengunjung yang akan naik ke atas Taman Langit dibatasi demi untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan.
Seperti yang dialami oleh Yolanda Waworuntu, pengunjung asal Romboken, Kabupaten Minahasa yang datang sejak pukul 17.00 WITA dan baru bisa naik ke atas Taman Langit sekitar pukul 19.00 WITA. Dia mengaku datang ke tempat wisata tersebut karena mendapat informasi dari media sosial.
"Jadi siapa cepat dia dapat, bisa tidur di pondok, dengar musik, selain itu kita juga siapkan game-game secara gratis, jadi yang suka main catur, main ludo, ular tangga, main aneka game, nanti kita siapkan," lanjutnya.
Menurut Alex, latar belakang Taman Langit ini dibangun guna menghadirkan tempat wisata kuliner di era new normal. Siapapun bisa berkuliner dan berwisata di alam terbuka dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.
Meski baru dibuka pada 7 Mei lalu, tempat ini langsung menjadi magnet baru di dunia pariwisata Sulawesi Utara (Sulut). Saking ramainya, pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Sulut ini rela antre berjam-jam untuk bisa masuk ke tempat wisata ini.
Maklumlah, pengelola tempat ini memberlakukan protokol kesehatan ketat, sehingga pengunjung yang akan naik ke atas Taman Langit dibatasi demi untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan.
Seperti yang dialami oleh Yolanda Waworuntu, pengunjung asal Romboken, Kabupaten Minahasa yang datang sejak pukul 17.00 WITA dan baru bisa naik ke atas Taman Langit sekitar pukul 19.00 WITA. Dia mengaku datang ke tempat wisata tersebut karena mendapat informasi dari media sosial.
Lihat Juga :