Seni Partisipatoris Merajut Kebersamaan di Masa Pandemi
Senin, 14 Juni 2021 - 00:12 WIB
Seni partisipatoris disambut antusias oleh masyarakat karena bisa berkolaborasi dengan seniman dan pegiat seni lainnya. / Foto: ist
JAKARTA - Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), Tisna Sanjaya membuat gebrakan dengan mengajak para seniman dan masyarakat agar terus berkarya di masa pandemi. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan workshop dan melukis bersama yang berlangsung selama dua hari di Imah Budaya Cigondewah, Bandung, dan menghasilkan puluhan lukisan.
Baca juga: Tak Lagi Aktif di Layar Kaca, Ini Kesibukan Nadya Hutagalung Sekarang
"Ini merupakan seni partisipatoris dengan melibatkan masyarakat dan seniman untuk berkarya bersama. Selain membangun optimisme, juga untuk merajut ikatan sosial dan kebersamaan dengan lingkungan sekitar kita di masa yang sulit ini," kata Tisna Sanjaya, dalam keterangan resminya di Jakarta, baru-baru ini.
Dijelaskannya, dari puluhan karya yang tercipta ide besarnya bersumber dari suasana ruh, jiwa dan kondisi sosial masyarakat di masa pandemi yang sudah menerpa selama setahun lebih ini. Selain itu juga suasana Cigondewah di tengah-tengah tantangan perubahan global.
"Alhamdulillah, antusias masyarakat dan seniman sangat besar, bahkan anak-anak kita di usia dini tertarik mengikuti. Namun, jumlah peserta kami batasi agar tidak terjadi kerumunan," kata seniman yang menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2020 dari Kemendikbud ini.
Baca juga: Tak Lagi Aktif di Layar Kaca, Ini Kesibukan Nadya Hutagalung Sekarang
"Ini merupakan seni partisipatoris dengan melibatkan masyarakat dan seniman untuk berkarya bersama. Selain membangun optimisme, juga untuk merajut ikatan sosial dan kebersamaan dengan lingkungan sekitar kita di masa yang sulit ini," kata Tisna Sanjaya, dalam keterangan resminya di Jakarta, baru-baru ini.
Dijelaskannya, dari puluhan karya yang tercipta ide besarnya bersumber dari suasana ruh, jiwa dan kondisi sosial masyarakat di masa pandemi yang sudah menerpa selama setahun lebih ini. Selain itu juga suasana Cigondewah di tengah-tengah tantangan perubahan global.
"Alhamdulillah, antusias masyarakat dan seniman sangat besar, bahkan anak-anak kita di usia dini tertarik mengikuti. Namun, jumlah peserta kami batasi agar tidak terjadi kerumunan," kata seniman yang menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2020 dari Kemendikbud ini.
Lihat Juga :