Markis Kido Meninggal, Ini Penyebab Atlet Kolaps Saat Olahraga
Selasa, 15 Juni 2021 - 00:01 WIB
Baca Juga : Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Ini Gejalanya
Fenomena SCA ini memang jarang terjadi. Diperkirakan kejadian ini hanya menimpa satu dari 200 ribu atlet per tahun. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya trauma atau heat stroke. Meski demikian, sebagian besar SCA disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yang mendasarinya.
"Dengan tuntutan tenaga fisik yang intens, penyakit ini membuat jantung cenderung mengembangkan irama yang cepat dan kacau yang disebut fibrilasi ventrikel," terang Hayes.
Ritme jantung dapat dikembalikan normal dan kehidupan atlet hanya bisa diselamatkan apabila defibrilasi ekstrnal dilakukan dengan cepat. Banyak kondisi yang membuat atlet berisiko mengalami SCA.
Namun risiko tersebut dapat diketahui dengan pengamatan fisik saat olahraga. Terkadang pengujian diagnostik juga diperlukan. Adapun beberapa gejala yang bisa dikenali sejak awal di antaranya adalah nyeri dada saat beraktivitas.
Fenomena SCA ini memang jarang terjadi. Diperkirakan kejadian ini hanya menimpa satu dari 200 ribu atlet per tahun. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya trauma atau heat stroke. Meski demikian, sebagian besar SCA disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yang mendasarinya.
"Dengan tuntutan tenaga fisik yang intens, penyakit ini membuat jantung cenderung mengembangkan irama yang cepat dan kacau yang disebut fibrilasi ventrikel," terang Hayes.
Ritme jantung dapat dikembalikan normal dan kehidupan atlet hanya bisa diselamatkan apabila defibrilasi ekstrnal dilakukan dengan cepat. Banyak kondisi yang membuat atlet berisiko mengalami SCA.
Namun risiko tersebut dapat diketahui dengan pengamatan fisik saat olahraga. Terkadang pengujian diagnostik juga diperlukan. Adapun beberapa gejala yang bisa dikenali sejak awal di antaranya adalah nyeri dada saat beraktivitas.
Lihat Juga :