4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya
Rabu, 16 Juni 2021 - 22:14 WIB
Baca Juga: Dari Termahal hingga Terlaris, Ini 7 Fakta Menarik tentang Buku
2. MOTINGGO BUSYE
Foto: Vitasantiyuwono/Shopee
Motinggo Busye aktif menulis pada periode 1960—1980-an. Maka dari itu, Busye dianggap sebagai pelopor terbitnya karya-karya populer dengan terbitan karya-karya stensilan. Karya-karyanya lebih banyak bergenre romansa dengan pemilihan kata yang cukup vulgar.
Karya-karyanya antara lain "Malam Jahanam" (1962), "Tidak Menyerah" (1963), "Hari Ini Tak Ada Cinta" (1963), "Perempuan Itu Bernama Barabah" (1963), dan "Dosa Kita Semua" (1963).
3. ENNY ARROW
Foto: Mangkardi.wordpress
Enny Arrow yang kemudian diketahui bernama asil Eni Sukaesih menuliskan novelnya pertamanya pada 1965 dan mulai aktif menulis bacaan stensilan pada pertengahan 1970—1990-an. Karya-karyanya juga lebih banyak bergenre romansa dengan penggambaran adegan panas yang banyak menggunakan hiperbola.
Walau begitu, ia pun turut menyisipkan persoalan sosial budaya dalam karyanya. Karya-karyanya antara lain "Gairah Cinta", "Noda-Noda Merah", "Balada Didong", "Selembut Sutera", dan "Malam Kelabu".
2. MOTINGGO BUSYE
Foto: Vitasantiyuwono/Shopee
Motinggo Busye aktif menulis pada periode 1960—1980-an. Maka dari itu, Busye dianggap sebagai pelopor terbitnya karya-karya populer dengan terbitan karya-karya stensilan. Karya-karyanya lebih banyak bergenre romansa dengan pemilihan kata yang cukup vulgar.
Karya-karyanya antara lain "Malam Jahanam" (1962), "Tidak Menyerah" (1963), "Hari Ini Tak Ada Cinta" (1963), "Perempuan Itu Bernama Barabah" (1963), dan "Dosa Kita Semua" (1963).
3. ENNY ARROW
Foto: Mangkardi.wordpress
Enny Arrow yang kemudian diketahui bernama asil Eni Sukaesih menuliskan novelnya pertamanya pada 1965 dan mulai aktif menulis bacaan stensilan pada pertengahan 1970—1990-an. Karya-karyanya juga lebih banyak bergenre romansa dengan penggambaran adegan panas yang banyak menggunakan hiperbola.
Walau begitu, ia pun turut menyisipkan persoalan sosial budaya dalam karyanya. Karya-karyanya antara lain "Gairah Cinta", "Noda-Noda Merah", "Balada Didong", "Selembut Sutera", dan "Malam Kelabu".