Kembali Digelar Tahun Ini, MIWF Usung Tema Anthropause
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:57 WIB
Festival penulis Makassar International Writers Festival (MIWF) kembali digelar tahun ini, tepatnya 23 sampai 26 Juni 2021. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Festival penulis Makassar International Writers Festival ( MIWF ) yang merupakan acara tahunan Rumah Budaya Rumata’ kembali digelar tahun ini, tepatnya pada tanggal 23 sampai 26 Juni 2021. Tema yang bakal diusung adalah Anthropause, sebuah istilah baru yang muncul pada tahun 2020 yang menggambarkan jeda besar-besaran yang terpaksa dilakukan manusia di seluruh dunia akibat pandemi.
Diselenggarakan secara virtual, festival yang meraih penghargaan International Excellence Award, London Book Fair sebagai Festival Sastra Terbaik 2020 ini, menghadirkan pembicara utama penulis dan aktivis Marina Mahathir (Malaysia), penulis Sayaka Murata (Jepang) yang novelnya Convenience Store Woman telah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa dan telah mendapatkan berbagai penghargaan.
Baca Juga: Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya
Selanjutnya, Nicholas Saputra (Indonesia) aktor, produser film dan aktivis lingkungan yang akan membagi ide dan pikirannya tentang keterkaitan antara alam dan manusia di tengah pandemi, serta penulis Indonesia Timur, Emil Amir (Makassar), Erni Aladjai (Banggai) dan Gody Usnaat (Papua) yang menawarkan gagasan baru tentang budaya, gender dan relasi kuasa di daerah mereka masing-masing.
Diselenggarakan secara virtual, festival yang meraih penghargaan International Excellence Award, London Book Fair sebagai Festival Sastra Terbaik 2020 ini, menghadirkan pembicara utama penulis dan aktivis Marina Mahathir (Malaysia), penulis Sayaka Murata (Jepang) yang novelnya Convenience Store Woman telah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa dan telah mendapatkan berbagai penghargaan.
Baca Juga: Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya
Selanjutnya, Nicholas Saputra (Indonesia) aktor, produser film dan aktivis lingkungan yang akan membagi ide dan pikirannya tentang keterkaitan antara alam dan manusia di tengah pandemi, serta penulis Indonesia Timur, Emil Amir (Makassar), Erni Aladjai (Banggai) dan Gody Usnaat (Papua) yang menawarkan gagasan baru tentang budaya, gender dan relasi kuasa di daerah mereka masing-masing.
Lihat Juga :