Lewat Barakarama Project, Baruna Angkat Semangat Kebangsaan dan Nasionalisme
Rabu, 23 Juni 2021 - 18:00 WIB
"Mungkin benar di atas umur 40-an, dengan jam terbang yang tinggi, hasrat menggelorakan cinta kebangsaan, mengangkat seni etnik negeri sendiri sudah tidak bisa dibendung lagi," lanjut penyanyi kelahiran Jakarta, 16 Juli 1967.
Sebagai founder, Baruna merancang proyek ini sebagai wadah untuk melakukan eksplorasi seni, tak sekadar musik, tapi juga termuat unsur tari, teater, dan yang pasti mengangkat seni tradisi Indonesia.
Formasi Barakarama Project saat ini adalah Baruna (vokal), Riffy Putri - Yuyun - Bunga (vokal), Toto Tewel dan Youslam (gitar), Ardy (bas), Estu Pradana (keyboards), Ihsan (biola), Hendrikus (perkusi) dan Rere (drum).
Rere menyebut, titik berat Barakarama Project adalah mereka beralih dari industri musik yang mainstream menjadi penuh unsur etnik. "Kita ingin merawat pluralisme, keanekaragaman budaya, bahasa, suku dan agama Indonesia. Dan sebagai seniman, kita bersuara lewat musik. Unsur etnik di sini menjadi penting, agar kita tidak asing dengan budaya kita yang sangat kaya," tuturnya.
Rere berharap dalam waktu mendatang Barakarama Project bisa saja menggelar diskusi tentang membangun toleransi. "Kami sudah merancang berdialog dengan PBNU, misalnya, dengan Buya Said, untuk membahas soal kebudayaan dan merawat kebinekaan," kata dia.
Sebagai founder, Baruna merancang proyek ini sebagai wadah untuk melakukan eksplorasi seni, tak sekadar musik, tapi juga termuat unsur tari, teater, dan yang pasti mengangkat seni tradisi Indonesia.
Formasi Barakarama Project saat ini adalah Baruna (vokal), Riffy Putri - Yuyun - Bunga (vokal), Toto Tewel dan Youslam (gitar), Ardy (bas), Estu Pradana (keyboards), Ihsan (biola), Hendrikus (perkusi) dan Rere (drum).
Rere menyebut, titik berat Barakarama Project adalah mereka beralih dari industri musik yang mainstream menjadi penuh unsur etnik. "Kita ingin merawat pluralisme, keanekaragaman budaya, bahasa, suku dan agama Indonesia. Dan sebagai seniman, kita bersuara lewat musik. Unsur etnik di sini menjadi penting, agar kita tidak asing dengan budaya kita yang sangat kaya," tuturnya.
Rere berharap dalam waktu mendatang Barakarama Project bisa saja menggelar diskusi tentang membangun toleransi. "Kami sudah merancang berdialog dengan PBNU, misalnya, dengan Buya Said, untuk membahas soal kebudayaan dan merawat kebinekaan," kata dia.
Lihat Juga :