Perlu Pemeriksaan Mendalam sebelum Memvonis Anak Stunting
Rabu, 30 Juni 2021 - 09:29 WIB
"Perlu yang namanya identifikasi menyeluruh sampai akhirnya didapat diagnosis stunting pada anak-anak. Bahkan, setelah didapat diagnosisnya, langkah lanjutan yang harus dilakukan adalah mencari tahu penyebab stunting tersebut, apakah karena malnutrisi kronis, infeksi kronis, atau faktor penyebab lain," paparnya dalam webinar kesehatan, kemarin (29/6).
Nah, kalau sudah diketahui penyebabnya, tugas selanjutnya adalah memperbaiki. Artinya, misal si anak stunting karena malnutrisi akibat si anak muntah-muntah terus, maka kondisi itu yang diperbaiki.
"Atau stunting karena masalah paru-paru, maka paru-parunya diobati selagi orangtuanya membenahi pemenuhan gizi yang tertinggal," kata Prof. Hartono.
Karena hal ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Hasto Wardoyo mengimbau agar tidak cepat menduga atau bahkan mendiagnosis sendiri si anak stunting karena punya tubuh yang pendek.
"Anak pendek bukan berarti stunting, sedangkan anak stunting sudah pasti pendek. Seperti yang dijelaskan Prof. Hartono, perlu pemeriksaan mendalam untuk tahu apakah si anak stunting atau tidak," terangnya.
Nah, kalau sudah diketahui penyebabnya, tugas selanjutnya adalah memperbaiki. Artinya, misal si anak stunting karena malnutrisi akibat si anak muntah-muntah terus, maka kondisi itu yang diperbaiki.
"Atau stunting karena masalah paru-paru, maka paru-parunya diobati selagi orangtuanya membenahi pemenuhan gizi yang tertinggal," kata Prof. Hartono.
Karena hal ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Hasto Wardoyo mengimbau agar tidak cepat menduga atau bahkan mendiagnosis sendiri si anak stunting karena punya tubuh yang pendek.
"Anak pendek bukan berarti stunting, sedangkan anak stunting sudah pasti pendek. Seperti yang dijelaskan Prof. Hartono, perlu pemeriksaan mendalam untuk tahu apakah si anak stunting atau tidak," terangnya.
Lihat Juga :