Masa Pandemi, Anak Indonesia Cenderung Mager dan Kurang Paparan Matahari

Senin, 26 Juli 2021 - 09:42 WIB
Selama pandemi Covid-19, anak Indonesia cenderung malas gerak. Foto/www.parents.com
JAKARTA - Masa pandemi Covid-19 ternyata berpengaruh terhadap kesehatan anak. Anak-anak cenderung menjadi malas bergera. Menurut studi yang diterbitkan di National Center for Biotechnology Information, hampir 33,8 persen anak Indonesia memiliki kecenderungan 'sedentary lifestyle' atau gaya hidup tidak aktif alias mageran.

"Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat secara berlebihan," terang laporan resmi yang diterima MNC Portal, belum lama ini.



Apabila kebiasaan mager ini dibiarkan, akan memengaruhi perilaku dan kesehatan anak di masa depan. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk terus mengajak anak tetap aktif dan membangun kebiasan sehat, termasuk dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Selain menjadi mageran, anak Indonesia selama pandemi Covid-19 juga diketahui rendah sekali terpapar sinar matahari. Hal ini yang membuat banyak anak rentan mengalami defisiensi vitamin D3, padahal ini cukup penting dalam menjaga imunitas tubuh di kala pandemi.

Baca Juga : Cara Gampang Jaga Imunitas Anak, Salah Satunya dengan Cukup Tidur

"Selama masa pandemi, ada 3 masalah kesehatan yang kerap ditemui pada anak, khususnya di usia sekolah dasar, antara lain rendahnya paparan sinar matahari sehingga anak akan rentan defisiensi vitamin D3, kurang gerak sehingga berisiko kelebihan berat badan, dan konsumsi jajanan minim protein, vitamin, dan mineral," papar Ahli Gizi Dokter Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, dalam pernyataan resminya, Senin (26/7/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!