Mengenal Terapi GLP-1RA untuk Pasien Diabetes yang Sulit Kontrol Kadar Glikemik

Selasa, 03 Agustus 2021 - 20:50 WIB
Sekadar informasi, HbA1c merupakan indikator penting untuk mengendalikan kadar gula darah secara jangka panjang. Sebab, pengukuran HbA1c adalah yang paling akurat untuk menentukan kadar gula darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. Pengukuran HbA1c dapat memberikan hasil yang dapat diandalkan untuk hiperglikemia kronis dan juga dapat dikorelasikan dengan risiko komplikasi diabetes jangka panjang.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, meski sudah mengikuti pedoman klinis dan melakukan kendali glikemik dengan benar, pasien sering kali tidak mampu menurunkan nilai HbA1c hingga mencapai target.

Baca Juga: Gelar Vaksinasi Dosis Kedua, MNC Peduli dan MNC Vision Networks Targetkan 2.400 Dosis

“Studi menunjukkan bahwa lebih dari 70% orang dewasa dengan diabetes tipe-2 di Indonesia gagal mencapai target HbA1c di bawah 7%. Mencapai target nilai HbA1c menjadi penting karena dapat mengurangi komplikasi mikrovaskuler, menurunkan angka penyakit kardiovaskular secara jangka panjang jika diterapkan pada pasien yang baru terdiagnosis, dan menurunkan angka kematian terkait diabetes,” terang dr. Ketut melalui siaran pers, Selasa (3/8).

Direktur Indonesian Diabetes Institute Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE menyampaikan, sekira 70% pasien diabetes di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Padahal, obesitas dapat meningkatkan risiko kematian yang diakibatkan oleh penyakit komorbid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!