3 Kebiasaan yang Menandakan Kamu Memiliki EQ Tinggi
Rabu, 08 September 2021 - 12:32 WIB
Mampu mengenali emosi diri sendiri dan orang lain menjadi salah satu tanda bahwa kamu punya EQ tinggi. Foto/Alexandr Podvalny, Pexels
JAKARTA - Kamu mungkin sering mendengarkan kata IQ dan EQ dalam dunia psikologi, tapi kebanyakan orang hanya fokus pada IQ yang tinggi. Padahal EQ bisa menjadi kekutan super kalau kamu memilikinya.
Penerapan kecerdasan emosional (EQ) juga bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari seseorang, sehingga kamu bisa dikatakan memiliki EQ yang tinggi apabila melakukan kebiasaan-kebiasaan ini.
1. PUNYA RASA EMPATI DAN MENUNJUKKANNYA
Foto: Alex Green
Mengutip Psychology Today , Merasakan perasaan yang sama dengan orang lain atau empati merupakan tanda awal kamu memiliki kecerdasan emosional, dalam hal ini kamu mampu memahami kebutuhan emosional orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kamu melihat temanmu yang berperilaku tak biasa, kamu bisa 'membaca' ada yang salah darinya, entah dia sedang sedih atau mengalami perasaan negatif lainnya. Lantas, kamu pun menawarkan bantuan untuk mengurangi kesedihannya itu.
Bisa juga saat kamu betul-betul mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum mengatakan atau menulis sesuatu. Misalnya, kamu menahan diri untuk tidak merayakan ulang tahunmu saat salah satu temannya sedang mengalami musibah.
Penerapan kecerdasan emosional (EQ) juga bisa terlihat dari kebiasaan sehari-hari seseorang, sehingga kamu bisa dikatakan memiliki EQ yang tinggi apabila melakukan kebiasaan-kebiasaan ini.
1. PUNYA RASA EMPATI DAN MENUNJUKKANNYA
Foto: Alex Green
Mengutip Psychology Today , Merasakan perasaan yang sama dengan orang lain atau empati merupakan tanda awal kamu memiliki kecerdasan emosional, dalam hal ini kamu mampu memahami kebutuhan emosional orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kamu melihat temanmu yang berperilaku tak biasa, kamu bisa 'membaca' ada yang salah darinya, entah dia sedang sedih atau mengalami perasaan negatif lainnya. Lantas, kamu pun menawarkan bantuan untuk mengurangi kesedihannya itu.
Bisa juga saat kamu betul-betul mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum mengatakan atau menulis sesuatu. Misalnya, kamu menahan diri untuk tidak merayakan ulang tahunmu saat salah satu temannya sedang mengalami musibah.
Lihat Juga :