Kasus Bunuh Diri pada Anak, Apa Pemicunya?

Kamis, 09 September 2021 - 19:30 WIB
"Ada 5.485 anak-anak berusia 6-12 tahun yang mengunjungi ruang gawat darurat khusus untuk mereka yang kepikiran mau bunuh diri atau melukai diri sendiri. Pada 2019, naik sebanyak 2.555 kasus," kata Asosiasi Rumah Sakit Anak di AS, dikutip Kamis (9/9/2021).

Tak hanya di level rumah sakit, The Children's Center, suatu klinik kesehatan mental remaja untuk anak berusia 8 tahun ke bawah, berlokasi di Salt Lake City, pun menemukan fenomena ini.

"Telepon tidak pernah berhenti berdering. Kebanyakan berasal dari keluarga yang mencari bantuan untuk anaknya yang memiliki masalah kesehatan mental, termasuk soal keinginan bunuh diri," papar CEO The Children's Center Rebecca Dutson.

Ada begitu banyak alasan mengapa anak-anak memiliki pikiran untuk bunuh diri. Namun, mengacu pada data yang dimiliki Children's Minnesota Hospital, itu karena penyalahgunaan narkoba multigenerasi, kesehatan mental, dan kemiskinan.

Munculnya pandemi pun memberi peran dalam menciptakan fenomena ini. Para ahli kesehatan mental sangat khawatir pandemi tak berkesudahan menciptakan masalah yang serius untuk anak-anak.

"Pandemi membuat anak-anak mudah depresi , dan cemas. Terlebih, banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya karena meninggal dunia akibat Covid-19. Ini menambah masalah pada anak-anak," kata Jonathan Singer, presiden American Association of Suicidology.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!