Curahan Hati Penyanyi Dangdut Rembang Terdampak Pandemi COVID-19
Senin, 01 Juni 2020 - 12:00 WIB
Penyanyi dangdut di Kabupaten rembang saat masih manggung sebelum pandemi COVID-19. FOTO/DOK.Monata
REMBANG - Penyanyi dan musisi, termasuk bagian dari kelompok masyarakat terdampak pandemi COVID-19 . Terhitung sejak Maret 2020, kepolisian menghentikan sementara pemberian izin keramaian, sehingga para pekerja seni itu tidak bisa bekerja.
Ahmad Tofa, seorang tukang kendang warga Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang menyatakan, kondisi saat ini berubah total. Dahulu, ketika musim "mantenan", dalam sebulan bisa pentas di 60 lokasi atau bahkan lebih. Namun sekarang nihil karena larangan berkerumun di tengah pandemi COVID-19 .
"Tentu terdampak sekali, karena nggak bisa aktivitas seperti biasa. Sekarang nganggur di rumah saja. Tukang sound system, tratak, panggung, juga mengalami hal yang sama," kata Tofa, Senin, (1/6/2020).(Baca juga: Lewat Lagu, Jose Arman Ajak Pendengar Semangat Hadapi Persoalan )
Ia sebenarnya memiliki pekerjaan sambilan sebagai sopir travel. Namun bisnis travel juga terhenti, lantaran sangat jarang ada warga bepergian ke luar daerah.
Ahmad Tofa, seorang tukang kendang warga Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang menyatakan, kondisi saat ini berubah total. Dahulu, ketika musim "mantenan", dalam sebulan bisa pentas di 60 lokasi atau bahkan lebih. Namun sekarang nihil karena larangan berkerumun di tengah pandemi COVID-19 .
"Tentu terdampak sekali, karena nggak bisa aktivitas seperti biasa. Sekarang nganggur di rumah saja. Tukang sound system, tratak, panggung, juga mengalami hal yang sama," kata Tofa, Senin, (1/6/2020).(Baca juga: Lewat Lagu, Jose Arman Ajak Pendengar Semangat Hadapi Persoalan )
Ia sebenarnya memiliki pekerjaan sambilan sebagai sopir travel. Namun bisnis travel juga terhenti, lantaran sangat jarang ada warga bepergian ke luar daerah.
Lihat Juga :