Putra Dono Sakit Hati dengan Warkop KW: Mereka Cederai Perjuangan Warkop DKI

Rabu, 22 September 2021 - 01:31 WIB
Satrio mengaku, sangat menghargai jatuh bangun ayahnya dan personil Warkop DKI lain selama kurun 48 tahun. Bukan sekadar grup lawak, karena dari sana ia belajar tentang perjuangan dan arti persahabatan.

"Mereka terbangun dari persahabatan yang bagi saya nggak ternilai. Bahkan yang bisa memisahkan mereka ya cuma maut," ungkapnya.

Perjuangan almarhum Dono bersama Kasino dan Indro selama puluhan tahun kemudian dipandang rendah, bahkan remeh hingga dikomersilkan tanpa izin. Sebagai anak, Satrio merasa sedih dan kecewa. Karena itu, dia menyayangkan sikap Warkopi yang tidak melakukan izin terlebih dulu untuk membuat konten yang menyerupai Warkop DKI.

Meski demikian, Satrio tidak menyalahkan ketiga sosok yang diklaim mirip Dono, Kasino, dan Indro itu. Ia justru kesal pada manajemen Warkopi yang memanfaatkan ketiga karakter tersebut serta popularitas Warkop DKI demi keuntungan semata.

"Ada pihak manajemen yang memanfaatkan tiga karakter ini untuk dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan izin dari Om Indro beserta anak-anaknya. Itu bagi saya perbuatan tidak beretika. Kalau ujug-ujug dikomersilkan, rasanya tidak sebanding dengan perjuangan ayah saya yang sudah jerih payah sampai ke tahap itu, karena saya pribadi belajar dari Warkop DKI, lebih menghargai proses daripada hasil. Karena itu, pihak manajemen secara nggak langsung mencederai perjuangan ayah-ayah kami dan menyakiti hati kami," papar Satrio.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!