Film Pendek 'Rino Wengi', Siapkah Kita dengan Kehilangan?
Jum'at, 24 September 2021 - 15:53 WIB
Film berdurasi hampir 20 menit yang tayang di Genflix ini juga menggambarkan fase marah Sutinah. Fase yang terjadi ketika ia menyadari kepergian sang suami membuatnya tidak lagi bisa memiliki pilihan, yang berarti keinginannya tidak akan terpenuhi.
Sutinah menyalahkan suaminya ketika ia terbangun dan sadar hidupnya kacau, berantakan dan tanpa arah. Dua tahun pengabdian dan loyalitasnya pada sang suami tidak menghasilkan apa-apa kecuali kekecewaan. Sesuatu yang membuat Sutinah hancur. Film ini tidak melanjutkannya dengan lebih detail, tetapi sangat mungkin apabila akan dilanjutkan, Sutinah masuk ke fase depresi .
"Rino Wengi" yang berarti sepanjang siang, sepanjang malam, ini diproduksi oleh Komunitas Film Ponorogo Indie. Melalui judul film penonton dapat membaca lamanya waktu yang diperlukan untuk berdamai dengan kehilangan. Sebesar atau sekecil apa pun rasa kehilangan kita, waktu tidak akan pernah bisa mengubur perasaan tersebut.
Baca Juga: 8 'Unpopular Opinion' tentang 'Money Heist', Kamu Setuju?
Mereka yang berduka hanya akan semakin terbiasa melanjutkan hidup, tetapi tidak akan pernah melupakannya. Kita masih teringat kekesalan yang dirasakan ketika tidak menemukan penghapus yang dicari, walau sudah punya penghapus baru.
Sutinah akan terus merasakan sakitnya ditinggal pergi suaminya sepanjang hidupnya. Pertanyaannya tinggal kapan Sutinah akan berdamai dengan kehilangannya dan benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada sang suami?
Asti Wisnu
Penikmat film dari komunitas KamAksara.
Sutinah menyalahkan suaminya ketika ia terbangun dan sadar hidupnya kacau, berantakan dan tanpa arah. Dua tahun pengabdian dan loyalitasnya pada sang suami tidak menghasilkan apa-apa kecuali kekecewaan. Sesuatu yang membuat Sutinah hancur. Film ini tidak melanjutkannya dengan lebih detail, tetapi sangat mungkin apabila akan dilanjutkan, Sutinah masuk ke fase depresi .
"Rino Wengi" yang berarti sepanjang siang, sepanjang malam, ini diproduksi oleh Komunitas Film Ponorogo Indie. Melalui judul film penonton dapat membaca lamanya waktu yang diperlukan untuk berdamai dengan kehilangan. Sebesar atau sekecil apa pun rasa kehilangan kita, waktu tidak akan pernah bisa mengubur perasaan tersebut.
Baca Juga: 8 'Unpopular Opinion' tentang 'Money Heist', Kamu Setuju?
Mereka yang berduka hanya akan semakin terbiasa melanjutkan hidup, tetapi tidak akan pernah melupakannya. Kita masih teringat kekesalan yang dirasakan ketika tidak menemukan penghapus yang dicari, walau sudah punya penghapus baru.
Sutinah akan terus merasakan sakitnya ditinggal pergi suaminya sepanjang hidupnya. Pertanyaannya tinggal kapan Sutinah akan berdamai dengan kehilangannya dan benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada sang suami?
Asti Wisnu
Penikmat film dari komunitas KamAksara.
(ita)
Lihat Juga :