Perokok 80% Lebih Berisiko Dirawat dan Meninggal karena Covid-19

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 10:35 WIB
Catatan yang digunakan mulai dari Januari hingga Agustus 2020 pada 421.469 peserta studi UK Biobank. Untuk menyelidiki, Clift dan timnya menggunakan teknik yang disebut pengacakan Mendelian, yang menggunakan varian genetik sebagai proxy untuk faktor risiko tertentu.

Dalam hal ini varian genetik yang berkontribusi pada apakah seseorang lebih cenderung merokok atau merokok berat untuk mendapatkan bukti lebih lanjut dan hubungan sebab akibat.

Analisis pengacakan Mendel juga mendukung hubungan antara merokok dan hasil Covid-19 yang lebih buruk. Di mana kecenderungan genetik untuk merokok dikaitkan dengan risiko infeksi 45% lebih tinggi dan risiko masuk rumah sakit 60% lebih tinggi untuk Covid-19.

"Seperti halnya merokok memengaruhi risiko penyakit jantung, kanker yang berbeda, dan semua kondisi lain yang kami tahu terkait dengan merokok, tampaknya itu sama untuk Covid," jelas Clift.

Baca Juga: Gejala Diabetes Tipe 2, Masalah Kulit di Tangan dan Kaki yang Tidak Biasa
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!