Suka Mimpi? Ini Alasan-alasan di Balik Kebiasaan Tersebut

Rabu, 03 Juni 2020 - 21:48 WIB


Foto: Freepik

Aktivitas Neurotransmitter Stres berkurang selama tahap tidur REM, bahkan saat bermimpi pengalaman yang traumatis. Periset berteori bahwa salah satu tujuan mimpi adalah mengurangi beban pengalaman menyakitkan, supaya kita bisa menyembuhkan luka psikologis.

Melihat pengalaman traumatis dengan tingkat stres lebih rendah bikin kita bisa memahami dan meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan lebih sehat. Penderita Mood Disorder dan PTSD seringkali susah tidur, dan ilmuwan yakin bahwa kurangnya bermimpi bisa menjadi faktor penyebab gangguan tersebut.

7. KITA BERMIMPI UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH



Foto: Freepik

Dalam mimpi, kita bisa membuat beragam skenario dan mencari solusi yang gak kita tahu kalau kita sadar. John Steinbeik menyebutkan hal ini sebagai “committee of sleep" atau komite tidur. Itulah terkadang masalah bisa diselesaikan dengan tidur.

Teori-teori di atas cuma sebagian kecil dari teori mimpi. Perkembangan teknologi memungkinkan kita memahami otak.

Jadi bukan gak mungkin suatu hari nanti kita benar-benar bisa tahu alasan kita bermimpi.

Poppy Fadhilah

Kontributor GenSINDO

Politeknik Negeri Jakarta

Instagram: @poppyfad
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!