5 Makanan dengan Kolesterol Tinggi, Awas Jangan Keseringan Dikonsumsi!
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:14 WIB
Selain kaya kolesterol, telur merupakan sumber protein yang sangat baik untuk diserap serta sarat akan nutrisi bermanfaat seperti vitamin B, selenium, dan vitamin A.
2. Keju
Dalam 1 ons (28 gram) keju menyediakan 27 mg kolesterol atau sekitar 9 persen RDI. Meskipun keju sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol, beberapa penelitian menunjukkan bahwa keju penuh lemak tidak berdampak negatif terhadap kadar kolesterol.
Berbagai jenis keju memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda, tetapi kebanyakan keju menyediakan kalsium, protein, vitamin B, dan vitamin A dalam jumlah yang baik.
3. Jeroan
Kemudian ada jeroan yang kaya kolesterol, berpengaruh terhadap organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan hati. Misalnya, jantung ayam adalah sumber antioksidan kuat CoQ10 yang sangat baik, serta vitamin B12, zat besi, dan seng.
Jeroan juga tinggi kolesterol, dengan 2 ons (56 gram) yang menyediakan 105 mg kolesterol atau 36 persen RDI.
Dalam sebuah studi, lebih dari 9.000 orang dewasa Korea menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi daging mentah yang tidak diproses dalam jumlah sedang, termasuk daging jeroan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.
2. Keju
Dalam 1 ons (28 gram) keju menyediakan 27 mg kolesterol atau sekitar 9 persen RDI. Meskipun keju sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol, beberapa penelitian menunjukkan bahwa keju penuh lemak tidak berdampak negatif terhadap kadar kolesterol.
Berbagai jenis keju memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda, tetapi kebanyakan keju menyediakan kalsium, protein, vitamin B, dan vitamin A dalam jumlah yang baik.
3. Jeroan
Kemudian ada jeroan yang kaya kolesterol, berpengaruh terhadap organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan hati. Misalnya, jantung ayam adalah sumber antioksidan kuat CoQ10 yang sangat baik, serta vitamin B12, zat besi, dan seng.
Jeroan juga tinggi kolesterol, dengan 2 ons (56 gram) yang menyediakan 105 mg kolesterol atau 36 persen RDI.
Dalam sebuah studi, lebih dari 9.000 orang dewasa Korea menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi daging mentah yang tidak diproses dalam jumlah sedang, termasuk daging jeroan, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung.
Lihat Juga :