3 Fakta Menarik di Balik Vision+ Originals Once Upon a Time in Chinatown, Ada Filosofi Mendalam!
Senin, 01 November 2021 - 15:27 WIB
Penjelasan ini tidak berhenti dengan cara masak dan rempah-rempah yang digunakannya, tetapi ada filosofi di belakang pembuatan makanan tersebut juga.
Filosofi ini biasanya diambil dari kultur Tionghoa dan dipadukan dengan kultur Indonesia yang menarik dan jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya.
2. Simpan banyak cerita menarik
Selain dari unsur kulinernya, perpaduan antarkultur serta kisah-kisah inspiratif dari pemilik restoran menjadikan docuseries ini semakin menarik untuk ditonton. Berbeda dari review makanan yang hanya berfokus pada cita rasa dari sebuah makanan, Once Upon a Time in Chinatown lebih condong pada cerita di baliknya.
Docuseries ini menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan kisah hidup pemilik restoran, mulai dari resep makanan yang diteruskan secara turun temurun hingga pengorbanan seorang anak demi menghormati perjuangan orang tuanya mempertahankan bisnis.
3. Sebagai bahan refleksi diri
Kisah-kisah dari para pemilik restoran yang mempertahankan resep masakan keluarga secara turun temurun pada docuseries ini dapat mengingatkan para penontonnya untuk menghargai kerja keras dan perjuangan dalam kehidupan.
Dalam kesempatan press conference Vision+ originals Once Upon a Time in Chinatown (27/09/2021), Zack Lee mengungkapkan, “Dari awal ide kami adalah mau membuat docuseries yang menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan hidup mereka. Kami tidak ingin docuseries ini hanya sekadar makan-makan, tetapi ada pesan, ada moral, bisa menginspirasi banyak generasi, bisa menceritakan cerita yang mungkin sudah hilang. So that’s the whole idea.”
Filosofi ini biasanya diambil dari kultur Tionghoa dan dipadukan dengan kultur Indonesia yang menarik dan jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya.
2. Simpan banyak cerita menarik
Selain dari unsur kulinernya, perpaduan antarkultur serta kisah-kisah inspiratif dari pemilik restoran menjadikan docuseries ini semakin menarik untuk ditonton. Berbeda dari review makanan yang hanya berfokus pada cita rasa dari sebuah makanan, Once Upon a Time in Chinatown lebih condong pada cerita di baliknya.
Docuseries ini menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan kisah hidup pemilik restoran, mulai dari resep makanan yang diteruskan secara turun temurun hingga pengorbanan seorang anak demi menghormati perjuangan orang tuanya mempertahankan bisnis.
3. Sebagai bahan refleksi diri
Kisah-kisah dari para pemilik restoran yang mempertahankan resep masakan keluarga secara turun temurun pada docuseries ini dapat mengingatkan para penontonnya untuk menghargai kerja keras dan perjuangan dalam kehidupan.
Dalam kesempatan press conference Vision+ originals Once Upon a Time in Chinatown (27/09/2021), Zack Lee mengungkapkan, “Dari awal ide kami adalah mau membuat docuseries yang menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan hidup mereka. Kami tidak ingin docuseries ini hanya sekadar makan-makan, tetapi ada pesan, ada moral, bisa menginspirasi banyak generasi, bisa menceritakan cerita yang mungkin sudah hilang. So that’s the whole idea.”
Lihat Juga :