Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp
Kamis, 04 Juni 2020 - 18:00 WIB
Foto: FaceApp
Seringkali, orang-orang dengan selfie dysmorphia akan membawa foto hasil selfiehasil filter mereka ke ahli bedah plastik wajah dan minta 'dibuatkan' wajah seperti itu. Padahal, secara anatomi tubuh, yang mereka minta itu gak realistis.
Pernah, kan, kamu ngeliat orang yang hidungnya terlalu kecil, sementara pipinya juga terlalu menonjol hingga kelihatan gak alami, bahkan aneh? Inilah yang dinamakan anatominya gak proporsional. Ditambah semuanya hasil rekayasa alias gak alami, wajahnya malah kelihatan seram. (Baca Juga: Mengapa Kita Hobi Posting Sesuatu di Media Sosial? )
Ketika Selfie Dysmorphia Menjadi Gangguan untuk Tubuh
Mengutip laporan berjudul "Selfies—Living in the Era of Filtered Photographs" yang ditulis oleh Susruthi Rajanala, Mayra B. C. Maymone, and Neelam A. Vashi, dan dipublikasikan di jurnal JAMA Facial Plastic Surgery, foto yang difilter mulai mengaburkan garis realitas dan fantasi untuk beberapa individu. Inilah yang memicu body dysmorphic disorder atau BDD.
Saat seseorang mengalami BDD, dia akan selalu fokus pada satu atau lebih dari bagian tubuhnya yang dianggap cacat, padahal itu hanya ada di pikiran mereka aja.
Seringkali, orang-orang dengan selfie dysmorphia akan membawa foto hasil selfiehasil filter mereka ke ahli bedah plastik wajah dan minta 'dibuatkan' wajah seperti itu. Padahal, secara anatomi tubuh, yang mereka minta itu gak realistis.
Pernah, kan, kamu ngeliat orang yang hidungnya terlalu kecil, sementara pipinya juga terlalu menonjol hingga kelihatan gak alami, bahkan aneh? Inilah yang dinamakan anatominya gak proporsional. Ditambah semuanya hasil rekayasa alias gak alami, wajahnya malah kelihatan seram. (Baca Juga: Mengapa Kita Hobi Posting Sesuatu di Media Sosial? )
Ketika Selfie Dysmorphia Menjadi Gangguan untuk Tubuh
Mengutip laporan berjudul "Selfies—Living in the Era of Filtered Photographs" yang ditulis oleh Susruthi Rajanala, Mayra B. C. Maymone, and Neelam A. Vashi, dan dipublikasikan di jurnal JAMA Facial Plastic Surgery, foto yang difilter mulai mengaburkan garis realitas dan fantasi untuk beberapa individu. Inilah yang memicu body dysmorphic disorder atau BDD.
Saat seseorang mengalami BDD, dia akan selalu fokus pada satu atau lebih dari bagian tubuhnya yang dianggap cacat, padahal itu hanya ada di pikiran mereka aja.
Lihat Juga :